Saatnya UMKM Indonesia Timur Masuk Pasar Internasional

Antara, Jurnalis · Jum'at 01 Oktober 2021 06:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 455 2479584 saatnya-umkm-indonesia-timur-masuk-pasar-internasional-0r7dyfPRqn.jpg Potensi ekspor UMKM Indonesia Timur sangat besar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaku UMKM di Indonesia Timur harus bisa memanfaatkan peluang ekspor yang sangat besar. Provinsi Sulawesi Utara berpotensi sebagai pintu gerbang bagi UMKM berorientasi ekspor di wilayah Indonesia timur.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur untuk masuk ke pasar internasional.

Baca Juga: Selamatkan Ibu-Ibu Pahlawan Pencipta Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Hadirkan Program KaTa Kreatif

Kali ini LPEI bersinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara untuk mendorong peningkatan kapasitas UKM berorientasi ekspor, melalui pelatihan yang disebut Coaching Program for New Exporter (CPNE).

"Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki letak geografis strategis di kawasan Indonesia bagian timur serta sumber daya alam yang melimpah, dapat menjadi hub atau pintu ekspor bagi produk-produk UMKM di Indonesia Timur," kata Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas dilansir dari Antara, Jumat (1/10/2021).

Baca Juga: Serba Digital, UMKM Harus Melek Teknologi

James menuturkan ekspor Sulawesi Utara pada 2020 mencapai USD777 juta dan sejumlah produk yang dihasilkan termasuk kategori rising star atau memiliki daya saing dan permintaannya terus meningkat.

Bertempat di Kota Manado, pelatihan CPNE tersebut diikuti oleh 50 pelaku UKM yang sebagian besar bergerak di industri makanan dan minuman, serta hasil perkebunan dan hasil laut.

Dalam pelatihan itu, LPEI menggandeng narasumber dari Export Center Surabaya yang sudah berpengalaman di bidang ekspor dengan modul legalitas dan riset pasar ekspor, menentukan HS Code ,dan menentukan harga ekspor.

Direktur Jenderal DJKN Kemenkeu Rionald Silaban meminta semua pihak bekerja sama dan mendorong peningkatan kapasitas UKM.

"Sulawesi Utara sudah mencatatkan capaian yang baik dalam hal ekspor, namun tidak boleh terlena akan hal itu. Sinergi dan kerja sama perlu terus ditingkatkan guna menciptakan inovasi-inovasi sebagai usaha meningkatkan ekspor di Sulawesi Utara. Rangkaian CPNE yang diselenggarakan oleh LPEI juga agar dapat diikuti dengan antusias dan dimanfaatkan secara optimal oleh teman-teman UMKM," ujar Rionald.

CPNE merupakan salah satu program pelatihan ekspor jasa konsultasi LPEI yang bertujuan untuk menciptakan eksportir baru yang diselenggarakan secara berkala.

Program tersebut dimulai sejak 2015 dan sudah melatih hampir 1.000 pelaku UMKM di Indonesia serta telah menghasilkan 70 eksportir baru.

Pada tahun ini LPEI telah melakukan pelatihan ekspor untuk beberapa pelaku UMKM berorientasi ekspor di sejumlah daerah seperti Solo, Bali, Medan, Kendal, Demak, Bandung dan kali ini di Manado dan sekitarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini