Kisah Korban PHK Raup Jutaan Rupiah dari Bisnis Tanaman Hias Tanduk Rusa

iNews TV, Jurnalis · Minggu 03 Oktober 2021 22:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 03 455 2480556 kisah-korban-phk-raup-jutaan-rupiah-dari-bisnis-tanaman-hias-tanduk-rusa-xOSW8RILEW.jpg Inspirasi Usaha (Foto: Okezone)

DENPASAR – Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar aktivitas dilakukan serba di rumah. Saat ini aktivitas yang banyak digandrungi masyarakat yaitu memelihara tanaman hias di area rumah.

Dengan menekuni hobi ini ternyata bisa berdampak peluang bisnis yang cukup menggiurkan. Salah satunya tanaman hias jenis paku tanduk rusa.

Penghobi sekaligus pembudidaya Platycerium Putu Wijaya asal Bandung, Bali melihat peluang ini. Putu Wijaya merupakan salah satu mantan pekerja hotel di Jimbaran. Dia menekuni hobi ini sejak dirumahkan dari tempat dia bekerja pada awal 2020.

“Jadi, kenapa saya sendiri memilih ini sebagai hobi tersebut karena memang perawatannya mudah, karena kan saya dulu bekerja di perhotelan yang tidak bisa terlalu mengurusi terlalu banyak,” ujar Putu Wijaya saat ditemui di Badung, Bali.

Mendengar nama tanduk rusa sekilas langsung teringat seperti satwa rusa yang memiliki tanduk. Namun, tanduk rusa ini ada juga pada satu jenis tanaman hias yang biasa disebut simbar menjangan.

Tanaman ini termasuk sekelompok paku epifit yang digolongankan dalam Genus Platycerium. Belakangan ini jenis Platycerium banyak dicari oleh penggemar tanaman hias. Diketahui terdapat 18 spesies Platycerium di seluruh dunia, 5 spesies di antaranya berasal dari Indonesia.

Saat ini ada sekitar 16 jenis Platycerium, di mana ada beberapa tanaman yang cukup langka ditemukan. Pembudiyaan tanaman tropis ini dilakukan di halaman rumahnya. Sebab, dalam proses merawatnya tidak dibutuhkan lahan yang luas sehingga cocok untuk di lahan rumah yang memang minimalis atau perumahan.

“Jadi, untuk orang yang kaya saya tinggal di perumahan jadi cukup divertikalkan saja,” ujar Putu.

Lebih lanjut, Putu mengakui bahwa hasil yang diterima dari penjualan Platycerium memang menggiurkan. Harga satu tanaman dibanderol dengan harga bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp3 juta. Namun, ada juga tanaman yang bisa menyentuh angka Rp8 juta sampai puluhan juta rupiah.

“Kalau harga fluktuatif mulai dari 200 ribu juga ada sampai jutaan, puluhan juta juga ada kok. Sekarang tergantung yang cari mau yang seperti apa,” katanya.

Proses penjualan ini lebih banyak melalui media sosial. Selain itu, juga ditawarkan secara langsung melalui komunitas pencinta tanaman hias. Peminat tanaman ini tidak hanya wilayah Bali saja, kebanyakan justru dari luas pulau Bali seperti Jawa.

Keunikan tanaman ini disebabkan karena menyerupai tanduk rusa. Hal ini yang membuat Platycerium semakin diminati. Selain karena tidak butuh lahan yang luas, perawatan yang mudah tinggal digantung pada media tanam di tembok atau batang pohon. Penyiramannya pun tidak perlu dilakukan setiap hari.

Berdasarkan prediksi tanaman ini tidak akan mengalami penurunan dalam waktu dekat karena jumlah permintaan yang masih tinggi. Justru tidak sebanding dengan stok tanaman yang tersedia sehingga butuh waktu lebih lama untuk dibiakkan. (Agus Sugiana)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini