Omzet UMKM Ibu Muda Naik 3 Kali Lipat Berkat Program BKDT dan BKL Kemenparekraf

Mohamad Yan Yusuf, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 455 2481509 omzet-umkm-ibu-muda-naik-3-kali-lipat-berkat-program-bkdt-dan-bkl-kemenparekraf-NMzLuScfxf.jpeg Omzet UMKM naik berkat program Kemenparekraf (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Pelaku UMKM mengaku terbantu dengan adanya Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) dan Beli Kreatif Lokal (BKL) yang diselenggarakan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Program yang diadakan sejak Maret 2021 lalu mampu meningkatkan pendapatan UMKM.

Pendampingan dan beragam program lainnya dimanfaatkan sejumlah pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet mereka. Karena itu saat penutupan banyak yang meminta untuk kegiatan ini diselenggarakan lagi.

Baca Juga: Minta Kredit Modal Kerja UMKM Dipermudah, Menkop Teten: Bank Bisa Tiru Pinjol

Seperti yang diungkapkan Seltiwa, ibu muda yang menjual kuliner Medan ini merasakan dahsyatnya program BKDT yang dilakukan Kemeparekraf. Omset dagangannya pun kini meningkat hingga tiga kali lipat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada kemenparekraf yang telah menjadi pendamping kami," kata Seltiwa beberapa waktu lalu.

Seltiwa yang usaha makanan ini tak menyangka pelatihan yang diselenggarakan Kemenparekraf membuat dirinya mampu melebarkan penjualan. Promo ongkir hingga ke Indonesia menjadi salah satu program yang dirasa sangat bermanfaat baginya.

Baca Juga: Anti-Gaptek, 15,9 Juta UMKM Terhubung ke Ekosistem Digital

"Promo kemenparekraf salah satunya gratis ongkir membantu saya untuk meningkatkan penjualan. Kami sangat apresiasi, jujur adanya gratis ongkir membuat penjualan kami meningkat 3 kali lipat," tambahnya.

Hal sama diungkapkan Indri Indrawati yang berjualan mukena. Berkat pendampingan dari Kemenparekraf dirinya menjadi terbuka dengan usaha miliknya. Salah satunya kualitas barang baik tak menjamin adanya peningkatan penjualan.

Kini dia tak percaya penjualan mukena miliknya merambah hingga ke Malaysia. Indri bahkan telah bekerja sama dengan beberapa agen di Malaysia untuk memasok mukena buatannya.

Di sisi lain berkat pendampingan dari Kemeparekraf membuat dirinya mampu mengurangi beberapa kebiasaan yang buruk. Kebiasaan itu menjadi salah masalah yang membuat usaha miliknya sulit berkembang.

"Ini membuat jiwa males saya berkurang dan terus maju. Program ini sangat luar biasa, program ini sangat baik," tuturnya.

Tak jauh berbeda Caramia Tioria yang merupakan pemilik brand fashion sendiri mengungkapkan bila usaha kini jauh lebih baik. Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia setahun lalu diakui tak berdampak signifikan bagi usahanya.

Bahkan saat ini omzet penjualannya naik hingga 150%. Dia pun kemudian mempelajari beberapa langkah untuk industri kecilnya.

“Ini sangat bagus sekali untuk meningkatkan UMKM, saya harapkan ada lagi program ini," katanya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengungkapkan ada 800 orang yang mengikuti program BKDT. Jumlah itu meningkat dari yang direncanakan sebanyak 200 orang. Berbeda dengan periode sebelumnya, program BKDT sendiri dirangsang untuk menyiapkan para pelaku usaha menghadapi era digitalisasi untuk meningkatkan penjualan usaha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini