Cegah Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta, PUPR Kebut 2 Proyek SPAM

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 470 2481419 cegah-penurunan-permukaan-tanah-di-jakarta-pupr-kebut-2-proyek-spam-LZ0mF4IOUC.jpg Penurunan Permukaan Tanah di Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan operasional dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional yakni Jatiluhur 1 dan Karian Serpong, pada 2024 mendatang.

Finalisasi kedua proyek SPAM tersebut untuk mendukung air baku sebagai sumber kehidupan masyarakat di DKI Jakarta, Bekasi dan Karawang. Pasalnya pemerintah pusat meminta agar pemerintah daerah ketiga kawasan tersebut menyetop penggunaan air tanah untuk mengantisipasi penurunan permukaan tanah di Jakarta.

"Dua SPAM bakal mulai beroperasi pada 2024. Mudah-mudah bisa terlaksana," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, dikutip Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Jakarta Terancam Tenggelam, Warga DKI hingga Bekasi Bakal Dilarang Pakai Air Tanah

Alasan lain kedua proyek tersebut harus dikebut pemerintah karena Jakarta tidak memiliki sumber air baku. Karena itu, untuk mendukung pengaliran air ke Jakarta dan sekitarnya, pemerintah harus merampungkan pengerjaan proyek SPAM tersebut.

Di mana, inisiasi sumber air akan diambil dari Bendungan Jatiluhur untuk SPAM regional Jatiluhur 1 dan Bendungan Karian untuk SPAM Karian Serpong.

Baca Juga: Menteri basuki Sebut SPAM Karian-Serpong Bisa Cegah Penurunan Tanah di Jakarta

Sebelumnya, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mencatat, aktivitas manusia menjadi penyebab utama penurunan muka tanah terjadi di Jakarta.

Di mana, BPPT melalui Tim Indonesian Network for Disaster Information (INDI 4.0) menemukan bahwa DKI Jakarta dengan segala jenis kegiatan dan pemukiman penduduk, mengalami permasalahan penurunan muka tanah.

Direktur Pusat Teknologi Reduksi dan Resiko Bencana (PTRRB) BPPT M Ilyas menyebut, hasil kajian teknis menunjukkan bahwa perkembangan Kota Jakarta selama 50 tahun terakhir, yang diiringi oleh peningkatan aktivitas lainnya, telah menyebabkan penurunan muka tanah.

Menurutnya, permasalahan penurunan muka tanah di Jakarta harus dapat dikendalikan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurangi eksploitasi air tanah di wilayah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini