Harga Properti Merangkak Naik, Bunga KPR Diminta Diturunkan

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 470 2481565 harga-properti-merangkak-naik-bunga-kpr-diminta-diturunkan-j8mPNEPMnB.jpg Harga Properti Merangkak Naik (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Indeks harga properti mulai naik lagi akibat pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Menurut Rumah.com Indonesia Property Market Index, harga properti nasional kuartal II 2021 naik sebesar 2,24% dibandingkan kuartal I 2021.

"Dengan indeks harga naik, kita melihat bahwa optimisme pasar sudah mulai bangkit," ujar Country Manager Rumah.com Marine Novita dalam webinar, Jakarta, Selasa (5/10/2021).

Meski harga properti kembali naik, data Rumah.com menunjukkan tingginya suku bunga khususnya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi ganjalan yang tersisa dalam pemulihan sektor properti.

Marie memaparkan, suku bunga jadi mayoritas penyebab sentimen properti turun tiga poin menjadi 54 pada semester II 2021. Berdasarkan data, 60% dari responden konsumen merasa suku bunga KPR masih terlalu tinggi. Lebih dari itu, 88% dari keseluruhan responden berharap pemerintah menurunkan suku bunga KPR.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Hari Ganie juga menyetujui usulan regulasi baru untuk bunga yang lebih rendah rendah.

"Banyak hal sudah diberikan oleh pemerintah, tapi banyak hal juga yang perlu di-follow up," tambah Hari.

Selain usulan bunga rendah, perwakilan developer itu juga berpendapat kesempatan mengakses pembiayaan perumahan bagi pekerja sektor informal perlu dibuka.

"70% pasar sekarang ini sebenarnya yang besar itu sektor informal. Tapi sayangnya, tidak ada fasilitas dari perbankan untuk memperoleh KPR. Jadi, kami mendorong pemerintah untuk membuka kesempatan sektor informal untuk punya akses ke perbankan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini