Perbaikan Ekonomi Jadi Kunci Sektor Properti Kembali Bangkit

Erlinda Septiawati, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 470 2481713 perbaikan-ekonomi-jadi-kunci-sektor-properti-kembali-bangkit-pxNhk8rVnc.jpeg Sektor properti diproyeksi membaik tahun ini (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Sektor properti diperkirakan akan bangkit di sisa tahun 2021. Hal ini sejalan dengan perbaikan ekonomi yang terus mengalami peningkatan.

Bank Indonesia pun memaparkan dari sisi pemulihan ekonomi global diperkirakan akan berlanjut.

“Dari sisi eksternal Bank Indonesia melihat perekonomian global berlanjut meskipun kita harus waspadai meningkatnya pandemi Covid-19 di beberapa negara seperti Singapura, Amerika, dan beberapa negara lain,” ujar Kurniawan Agung perwakilan Bank Indonesia dalam Webinar Tren Hunian Pascapandemi: Temuan Consumer Sentiment Study dan Langkah Industri Properti, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Harga Properti Merangkak Naik, Bunga KPR Diminta Diturunkan

Selain itu, perbaikan ekonomi domestik juga terus berlanjut tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur yang kembali meningkat. Kemudian, perekonomian tumbuh positif yakni pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2021 tercatat sebesar 7,07% (yoy).

”Ini kemudian salah satu poin-poin positif juga jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia, mencatat pertumbuhan 7,07%, “ katanya.

Baca Juga: Sektor Properti Bangkit, Milenial Mulai Berburu Rumah

Hal demikian, didukung dengan ekspor 31,78% (yoy), impor 31,22% (yoy), investasi 7,54% (yoy), konsumsi rumah tangga 5,93% (yoy), konsumsi pemerintah 8,06% (yoy).

Perbaikan ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut di dorong oleh perbaikan mobilitas, akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin meluas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut.

Lebih lanjut, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus 2021 tercatat inflasi 0,03% (mtm) sehingga inflasi IHK sampai Agustus 2021 mencapai 0,84 (ytd). Korporasi juga cenderung terus meningkatkan cash buffer. Relaksasi PPKM dan mulai membaiknya mobilitas menyebabkan kinerja korporasi diperkirakan akan kembali membaik di akhir tahun 2021.

Kemudian, diperkirakan juga akan kembali meningkat seiring demand properti yang masih cukup kuat. Harga properti residensial pada Triwulan II-2021 tumbuh meningkat secara tahunan, tercatat sebesar 1,49 % meningkat dibanding Triwulan 1-2021 sebesar 1,35% (yoy).

“Dan inilah waktu yang tepat untuk membeli, kami yakin pertumbuhan KPR akan lebih baik dibandingkan tahun lalu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini