Ini Strategi Pembangunan Perkotaan Indonesia

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Selasa 05 Oktober 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 470 2481735 ini-strategi-pembangunan-perkotaan-indonesia-3MzqHZ8Vnq.jpg Dirjen Bina Administrasi Kemendagri (Foto: Okezone/Kemendagri)

JAKARTA – Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA mengatakan bahwa strategi pembangunan perkotaan Indonesia ke depan akan menitikberatkan pada aglomerasi perkotaan atau wilayah metropolitan sebagai alat pertumbuhan ekonomi dan transformasi sosial.

“Jadi untuk RPJMN 2020-2024, akan memprioritaskan pada pengembangan Wilayah Metropolitan Palembang, Denpasar, Banjarmasin Dan Makassar peran Kementerian Dalam Negeri dalam pengembangan Wilayah Metropolitan adalah dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama daerah dalam penyelesaian permasalahan pelayanan public,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/10/2021).

Baca Juga: Perbaikan Ekonomi Jadi Kunci Sektor Properti Kembali Bangkit

Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri senantiasa mendorong perencanaan wilayah metropolitan yang terintegrasi dengan menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi dan sinergi termasuk dalam hal data dan informasi antara pusat dan daerah, keterkaitan.

Baca Juga: Harga Properti Merangkak Naik, Bunga KPR Diminta Diturunkan

“Dan konsistensi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan, menjamin tercapainya sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan, serta meningkatkan kapasitas pemerintah daerah untuk memeratakan cakupan pelayanan public,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan bekerja sama dengan PT Napindo Media Ashatama menggelar Integrated Technology Event (ITE) Forum 2021 Hybrid Event di Kabupaten Badung, Bali pada tanggal 29 September 2021.

Dalam Kegiatan itu mengangkat tema "Integrated Development Strategies For Metropolitan Areas", akan membahas strategi terpadu dalam rangka mempercepat pembangunan kawasan metropolitan dengan perencanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna, serta menyelaraskan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi dan antar stakeholder lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini