PON XX Papua 2021, Antara Lukas Enembe dan Pemerataan Infrastruktur

Bima Setiyadi, Jurnalis · Rabu 06 Oktober 2021 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 06 470 2482322 pon-xx-papua-2021-antara-lukas-enembe-dan-pemerataan-infrastruktur-wyFHwQu9ws.jpeg PON XX Papua 2021 antara Enenmbe dan Infrastruktur (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Gelaran PON XX Papua 2021 telah dimulai sejak 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Provinsi paling timur di Indonesia itu dinilai siap menyelenggarakan pesta olahraga nasional di Indonesia yang diadakan setiap empat tahun sekali.

PON adalah pesta olahraga terbesar yang diikuti oleh seluruh provinsi di tnah air. Hingga 2021, PON telah diselenggarakan di 10 Provinsi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. DKI Jakarta merupakan provinsi yang terbanyak menjadi tuan rumah PON.

Baca Juga: Tampil Dominan, Lalu Muhammad Zohri Rebut Emas PON XX Papua 2021 Nomor Lari 100 Meter

Lalu Bagaimana Papua bisa menjadi Tuan Rumah Penyelnggaran PON Tahun Ini?

Dilansir dari berbagai sumber, terselenggaranya PON di bumi cendrawasih merupakah jerih payah Gubernur Papua Lukas Enembe. Beberapa waktu setelah dilantik sebagai gubernur Provinsi Papua pada April 2013, sebuah misi besar langsung digagas oleh Lukas Enembe bersama wakilnya, Klemen Tinal. Mereka mencanangkan pencalonan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke XX tahun 2020.

Sebagai langkah awal, pada 29 April 2013, Enembe menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga merupakan atasanya di partai Demokrat. Kepada SBY, Enembe mengutarakan niat, meminta restu, sekaligus menyatakan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah PON 2020.

Baca Juga: Si Cantik Yuliati Jono Palembang, Anggota Satpol PP yang Berlaga di Cabor Bola Tangan PON XX Papua 2021

Selain mencari dukungan melalui KONI, Keseriusan dibuktikan dengan dimulainya pembangunan Mimika Sport Center di Timika yang dapat menggelar sembilan (9) cabang olahraga. Mimika Sport Center merupakan buah kerja sama Pemprov Papua dengan PT. Freeport Indonesia. Ini hal berbeda yang dikampanyekan para kompetitor yang lebih mengutamakan pemaparan lewat tampilan desain visual, terkesan semu.

Papua berhasil mengalahkan Bali dan Aceh untuk menjadi tuan rumah PON XX/2020. Papua memperoleh suara terbanyak dalam pemungutan suara calon tuan rumah PON XX tahun 2020 dengan meraih 66 suara pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Semula ada enam provinsi yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Namun, ketiga provinsi tersebut gagal menarik minat dari peserta RAT KONI 2014 untuk memilih mereka setelah sebelumnya melakukan persentasi kesiapan tuan rumah.

Kemudian, KONI menyerahkan kepada pemerintah pusat mengenai penunjukan tuan rumah PON XX. Di dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 17 tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga pada pasal 12 dijelaskan bahwa Menteri menetapkan satu pemerintah provinsi sebagai tuan rumah PON dengan memperhatikan hasil musyawarah olahraga nasional.

Pemerintah Pusat menetapkan Provinsi Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX pada tahun 2020 melalui Surat Keputusan (SK) Menpora No. 0110 tahun 2014 tertanggal 2 April. Alasanya, selain hasil RAT KONI 2014 mengenai penentuan calon tuan rumah PON ke XX pada tahun 2020 yang menjadi dasar dari provinsi yang akan menjadi tuan rumah PON, Kementrian Pemuda dan Olaharaga juga membuat kebijakan bahwa penyelenggaraan PON tak lagi di Pulau Jawa.

"Kebijakan ini dibuat supaya pembangunan sarana dan prasarana di setiap provinsi di Indonesia supaya lebih merata," Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga Kemenpora Djoko Pekik Irianto kala itu.

Stadion Lukas Enembe menjadi lokasi utama penyelenggaraan. Stadion ini memiliki kapasitas 40.000 tempat duduk. Setiap tempat duduk sudah memiliki kursi untuk satu orang (single seat). Stadion ini menjadi salah satu stadion dengan kapasitas terbesar di Pasifik dengan menempati kawasan seluas 13,7 hektare. Ajang ini semula akan diadakan pada 2020, tetapi ditunda ke 2021 sehubungan dengan Pandemi Covid-19.

Sebanyak 56 cabang olahraga dipertandingkan di empat daerah yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Hal ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan KONI Nomor 100 Tahun 2019. Sebelumnya, KONI Pusat menetapkan sejumlah 47 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, tetapi dikembalikan menjadi jumlah semula, yakni 56, menyesuaikan kemampuan tuan rumah penyelenggara. Sepuluh cabang olahraga yang sempat dihapus adalah balap sepeda, bridge, dansa, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball. Sementara itu, olahraga elektronik juga dipertandingkan sebagai cabang ekshibisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini