Mahalnya Harga Tanah Bikin Milenial Susah Beli Rumah, PUPR: Bisa Cicil 20 Tahun

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 08 Oktober 2021 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 470 2483284 mahalnya-harga-tanah-bikin-milenial-susah-beli-rumah-pupr-bisa-cicil-20-tahun-vBZSFBu39B.jpg Milenial Susah Beli Rumah (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA – Susahnya generasi milenial membeli rumah adalah mahalnya harah tanah di perkotaan.

Saat ini, pemerintah terus berupaya untuk memberikan berbagai kemudahan agar generasi milenial dapat memiliki hunian rumah sedari dini. Sebab, harga rumah terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

“Mahalnya tanah di perkotaan membuat keterjangkauan menjadikan terkendalanya memiliki rumah. Namun, di samping itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan fasilitas berupa kemudahan-kemudahan agar meningkatkan daya beli rumah di masa sekarang,” kata Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Herry Trisaputra dalam diskusi di Market Review IDX Channel, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga: Milenial Juga Bisa Beli Rumah, Simak Tipsnya

Kemudahan yang diberikan pemerintah adalah menyediakan skema subsidi seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Skema tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) atau di bawah Rp8 juta.

“FLPP misalnya, bagaimana masyarakat MBR bisa mencicil rumahnya dengan fasilitas berupa KPR di mana tingkat bunganya sebesar 5 persen selama 20 tahun. Dengan cara ini nanti cicilannya bisa terjangkau,” katanya.

Kemudian, untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke atas atau segmen di atas MBR, Herry bilang, pemerintah tengah mempersiapkan produk hunian yang sesuai dengan penghasilan mereka. Pasalnya, dalam mengajukan KPR, bank akan melihat dari sisi segmentasi masyarakat tersebut. Artinya, jika tidak sesuai maka bank akan menolak.

“Mungkin mereka mampu untuk mencicil dengan besaran yang sebenarnya diperuntukkan untuk MBR, tetapi ketika mereka mengajukan KPR ke bank tidak bisa diterima karena beda segmentasi,” katanya.

Hingga saat ini produk hunian rumah yang disediakan untuk MBR adalah rumah tapak (landed house) yang sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Meski demikian, dalam menyiapkan rumah tapak untuk MBR khususnya generasi milenial tak luput dari tantangan. Misalnya, harus dekat dengan lokasi tempat kerja maupun transportasi publik, serta gaya rumah yang diinginkan.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya agar mampu menjawab tantangan-tangan tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat ke depan.

“Dengan mekanisme tadi kami berusaha untuk merespon. Sehingga nantinya diharapkan pasokan rumah bisa lebih menjawab keinginan dari generasi milenial,” katanya.

Sementara itu, pihaknya tengah menjalin kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha untuk dapat membangun vertical housing di lahan milik pemerintah.

"Saat ini kami sedang mengembangkan yang namanya kerja sama pemerintah dengan badan usaha dengan memanfaatkan di antaranya tanah pemerintah untuk membangun vertical housing yang harapannya nanti ini akan menjadi model ke depan," katanya.

Di sisi lain, pada 2022 Kementerian PUPR akan menyediakan subsidi sekitar 200 ribu unit dan nanti mendapatkan tambahan dari BP Tapera sehingga bisa mencapai 390 ribu unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini