10 Negara Terkaya di Dunia, Ada Indonesia?

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Sabtu 09 Oktober 2021 11:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 09 455 2483692 10-negara-terkaya-di-dunia-ada-indonesia-7MaratyMPD.jpg Negara Terkaya (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - Negara-negara terkaya di dunia kadang tak terduga, mencakup juga negara yang kecil. Pasalnya, ekonomi negara itu bisa lebih besar secara tidak proporsional dibandingkan besar populasinya.

Beberapa negara kecil yang juga sangat kaya, seperti Luksemburg, Singapura, dan Hong Kong, diuntungkan dengan adanya sektor keuangan dan rezim pajak yang canggih. Kemampuan mereka ini membantu menarik investasi asing dan bakat-bakat profesional.

Di 10 negara termiskin di dunia, menurut data International Monetary Fund (IMF), daya beli rata-rata per kapitanya kurang dari USD1.200 (Rp17,1 juta/kurs Rp14.300), sedangkan di 10 negara terkaya mendekati USD80.000, setara Rp1,14 miliar.

Dilansir dari Global Finance Magazine, berikut 10 negara terkaya dunia yang dirangkum Okezone, Sabtu (9/10/2021):

1. Luksemburg

Negara ini terkenal dengan kastil-kastil dan pedesaannya yang indah, festifal budaya, dan spesialisasi gastronominya. Negara yang terletak di jantung Eropa dan berpenduduk sekitar 625 ribu jiwa ini punya banyak hal untuk ditawarkan, baik untuk turis maupun warganya.

Baca Juga: Daftar 10 Negara Terkaya di Dunia, Faktanya Tidak Ada Indonesia

Wabah virus Corona memang sempat menggoyangkan ekonomi Luksemburg. Namun, negara ini bisa mengatasi pandemi lebih baik daripada tetangga-tetangganya di Eropa melalui pengujian efektif dan langkah tracing yang baik. Pada 2021, PDB Luksemburg pulih sebesar 4% dari -1,3% pada 2020.

Negara ini pernah mencapai angka USD100 ribu (setara Rp1,4 miliar) dalam PDB per kapita pada 2014 dan tidak pernah lebih kecil lagi dari itu. Bahkan, pandemi tidak bisa mengubahnya.

2. Singapura

Di Singapura, tinggal pemilik restoran sekaligus orang terkaya negara itu, Zhang Yong, yang punya kekayaan bersih USD23 miliar atau Rp328,9 triliun. Ada juga Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook dengan 53 juta dolar saham perusahaan. Kekayaan bersihnya mencapai USD15 miliar (Rp214,5 triliun).

Saat ini, Singapura adalah pusat perdagangan, manufaktur, dan keuangan yang berkembang pesat. Meski begitu, negara ini juga pernah mengalami anjloknya ekonomi akibat wabah ke rekor 5,4% pada 2020, dan mengalami resesi untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.

3. Irlandia

Ekonomi Irlandia sampai saat ini tampak tak terbendung. Saat ekonomi negara-negara Eropa hanya tumbuh 1,2%, Irlandia telah mencapai 5,9%. Angka ini telah membuatnya digadang-gadang sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di benua itu.

Baca Juga: 10 Negara Terkaya di Dunia, Indonesia Tak Masuk Daftar

Meski begitu, Irlandia adalah salah satu surga pajak perusahaan terbesar dunia. Orang-orang biasa yang diuntungkan jauh lebih sedikit dibandingkan perusahaan multinasional. Menurut OECD, pendapatan rumah tangga per kapita nasional Irlandia lebih rendah dari negara-negara tetangganya, yakni USD25.300 atau Rp361,7 juta per tahun dibandingkan USD33.600 (Rp480,4 juta).

Selain itu, penarikan dukungan pemerintah pascapandemi bisa membuat sekitar 100 ribu lebih banyak orang menganggur daripada sebelum pandemi, tingkat pengangguran negara itu diperkirakan akan naik menjadi 8,1% dari 5,8% saat ini.

4. Qatar

Cadangan minyak, gas, dan petrokimia negara itu sangat besar. Sementara itu, populasinya sangat kecil, hanya 2,8 juta. Sehingga, keajaiban arsitektur ultramodern, pusat perbelanjaan mewah, dan masakan lezat membuat Qatar bisa menduduki puncak daftar negara terkaya di dunia selama 20 tahun.

Sebagai salah satu negara dengan tingkat kasus Covid-19 tertinggi, Qatar akhirnya bisa mengendalikan wabah. Perekonomiannya menunjukkan ketahanan (berkontraksi dengan relatif moderat 2,6% pada 2020) dan sekarang diproyeksikan bakal pulih di tengah peningkatan produksi gas dan investasi dalam persiapan Piala Dunia 2022.

5. Swiss

Negara yang terkenal karena penemuan-penemuannya dan berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa ini rupanya berutang banyak kepada perbankan dan layanan asuransi dan pariwisata, serta ekspor seperti produk farmasi, permata dan logam mulia, instrumen dan mesin presisi (dari jam tangan hingga peralatan medis dan komputer).

Menariknya, Swiss memiliki kepadatan jutawan tertinggi di dunia. Menurut perkiraan terbaru, setiap 100 ribu penduduk, ada 9.428 dari mereka adalah miliarder. Namun, uang itu tampaknya tak bisa melindungi ekonomi Swiss dari dampak Covid-19 yang turun sebesar 2,9%.

 6. Norwegia

Sejak penemuan cadangan lepas pantai yang besar pada akhir 1960-an, mesin ekonomi Norwegia telah didorong oleh minyak. Sebagai produsen minyak utama Eropa barat, negara ini telah diuntungkan dari kenaikan harga selama beberapa dekade.

Meski harga jatuh, berbagai masalah pelik Covid-19 meradang, dan ekonomi Norwegia mengalami kontraksi sebesar 2,5% tahun lalu, masyarakatnya selalu dapat mengandalkan dana kekayaan negara senilai USD1,3 triliun (Rp18.590 triliun), yang terbesar di dunia. Orang Norwegia tahu bahwa dengan kekayaan besar, ada tanggung jawab besar: tidak seperti banyak negara kaya lainnya, angka PDB per kapita yang tinggi benar-benar merupakan cerminan kesejahteraan finansial masyarakat karena Norwegia memiliki kesenjangan ketimpangan pendapatan terendah di dunia.

7. Amerika Serikat

Amerika adalah negara besar yang masuk ke daftar negara terkaya dunia. Namun, ketimpangan kekayaan di negara ini cukup tinggi. Saat ini, menurut data Institute for Policy Studies, kekayaan kolektif 719 miliarder Amerika melonjak 55% dari USD2,95 triliun atau Rp42.185 triliun menjadi USD4,56 triliun (Rp65.208 triliun). Mereka sekarang memiliki kekayaan empat kali lebih banyak daripada sekitar 165 juta orang Amerika di lapisan bawah masyarakat.

Pada tahun 1990, lembaga think tank mengatakan, situasinya terbalik, Kekayaan miliarder bernilai USD240 miliar (Rp3.432 triliun) sedangkan 50% masyarakat terbawah memiliki kekayaan gabungan USD380 miliar, setara Rp5.434 triliun.

 8. Brunei Darussalam

Di sinilah Hassanal Bolkiah, Sultan Brunei, hidup seperti biasa. Kekayaannya yang berasal dari cadangan minyak dan gas alam yang sangat besar di negara itu diperkirakan sekitar USD28 miliar (Rp400,4 triliun), lebih dari 50 kali lipat kekayaan Ratu Elizabeth dari Inggris.

Terlepas dari kemewahan raja dan daya beli per kapita di atas kertas lebih dari USD60 ribu, malnutrisi di Brunei adalah hal biasa. Meskipun datanya langka, diperkirakan 40% dari 450 ribu penduduknya berpenghasilan kurang dari USD1.000 atau Rp14,3 juta per tahun. Pascapandemi, harga minyak di negara ini pun menurun. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi 3,9%, tertinggi selama 13 tahun pada 2019, pertumbuhan PDB turun menjadi 1,2% pada tahun 2020.

9. Hong Kong

Hong Kong sangat kaya secara keseluruhan. Ini karena pajak yang rendah, tidak ada keuntungan modal atau pungutan warisan, tidak ada tarif impor atau ekspor barang, dan kepemilikan penuh bisnis mereka untuk orang asing tanpa persyaratan tempat tinggal atau kewarganegaraan.

Meski begitu, tak semua 7,5 juta penduduknya juga kaya. Menurut statistik pemerintah, satu dari lima orang di Hong Kong hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara itu, Hong Kong bersaing dengan New York untuk mendapatkan gelar sebagai kota dengan jumlah individu terkaya terbesar di dunia, sekitar 9 ribu orang dengan kekayaan bersih USD30 juta (Rp429 miliar) atau lebih.

10. Denmark

Denmark menerapkan kesejahteraan masyarakat di atas individualitas dan ambisi pribadi. Pembelian per kapita rata-rata orang Denmark mendekati USD60.000 atau Rp858 juta. Dan itu benar terjadi pada mayoritas masyarakatnya.

Kerajaan Denmark memiliki ekonomi berbasis layanan yang modern dan kompetitif secara internasional, membuatnya tak terlalu terpengaruh pandemi dibandingkan negara yang bergantung pada manufaktur, pariwisata, dan ekspor. 5,8 juta warganya menikmati tingkat pekerjaan dan upah yang tinggi, sistem jaminan sosial yang efisien, dan secara rutin menduduki peringkat teratas negara-negara paling bahagia di dunia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini