Anggaran Proyek Ibu Kota Baru Diprediksi Bengkak Jadi Rp1.470 Triliun

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 05:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 10 470 2484126 anggaran-proyek-ibu-kota-baru-diprediksi-bengkak-jadi-rp1-470-triliun-JFd12wnJgU.jpg Proyek Ibu Kota Baru Butuh Biaya Tiga Kali Lipat dari Alokasi Saat Ini. (foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA – Biaya Proyek Ibu Kota Negara (IKN) diprediksi melonjak dua hingga kali lipat dari perencanaan awal. Jika rencana awal anggaran yang disiapkan Rp490 triliun, maka jika dikalikan tiga kali lipat seperti diprediksi, maka anggaran pembangunan ibu kota baru dibutuhkan Rp1.470 triliun

"Angka Rp490 triliun barulah hitungan kebutuhan pemerintah, namun dalam realisasinya bisa menjadi 2-3 kali lipat. Contohnya dalam proyek kereta cepat Bandung-Jakarta yang pada perhitungan awalnya hanya Rp60 triliun namun kini realisasinya mencapai lebih dari Rp100 triliun," ujar Anggota Komisi V DPR Suryadi Jaya Purnama.

Salah satu alasan pemindahan Ibu Kota adalah pemerataan pembangunan. Namun suryadi mengatakan, Rancangan Undang-undang IKN bukanlah agenda mendesak, terlebih lagi perekonomian Indonesia yang belum stabil akibat pandemi Covid-19.

Menurutnya, yang jadi agenda prioritas adalah pemulihan sektor ekonomi dan kesehatan. "Semua masyarakat tentu ingin mengetahui apa permasalahan di Jakarta?" tuturnya.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan proyek IKN di Kalimantan Timur bukan sekadar menjadi kantor pemerintahan, tapi juga menjadi motor pemercepat kemajuan Indonesia.

"Jangan dibayangkan ini akan semata-mata menjadi kantor pemerintahan saja, tetapi sebuah kota baru, kota masa demotor, menjadi katalis kemajuan Indonesia," kata Pratikno usai menyerahkan Surat Presiden terkait Rancangan Undang-Undang IKN kepada DPR di Jakarta.

Baca selengkapnya: Proyek Ibu Kota Baru Berpotensi Bengkak 3 Kali Lipat, Mirip Kereta Cepat

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini