Juara, Indonesia Punya 2.100 Startup

Antara, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 455 2484518 juara-indonesia-punya-2-100-startup-N6na4BC6Rp.jpg Indonesia punya ribuan startup (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Indonesia telah memiliki 2.100 perusahaan rintisan atau startup. Hingga September 2021 terdapat tujuh unicorn dan dua decacorn.

"Tumbuhnya inovasi ini tidak lepas dari kebijakan otoritas yang tidak membatasi, tapi mendorong kehadiran digitalisasi,” kata Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Indonesia Berpeluang Jadi Raksasa Digital Setelah China dan India, Presiden Jokowi: Kawal Cepat dan Tepat

OJK, menurut Wimbo, terus mendorong penyedia jasa keuangan di Indonesia untuk tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan teknologi.

“Sehingga mereka mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan membawa seluruh lapisan masyarakat ke dalam jasa keuangan yang sering kita sebut sebagai fintech,” ucapnya.

Baca Juga: BEI Rayu Startup Centaur hingga Decacorn Melantai di Bursa

Wimboh menuturkan OJK juga terus menjalin kerja sama dengan otoritas pengatur sektor keuangan di negara lain agar memiliki langkah kebijakan yang sama terkait digitalisasi di sektor ini.

Dia mengakui bahwa pandemi COVID-19 mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, termasuk keuangan.

OJK pun akan terus membuat kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan transformasi digital. Kebijakan ini akan difokuskan kepada dua hal.

“Pertama, mendukung pemanfaatan teknologi digital di sektor jasa keuangan dalam rangka memberikan layanan produk kepada masyarakat yang murah dan kompetitif karena persaingan kita sudah global, tidak ada batasan ruang dan waktu,” ucapnya.

Selanjutnya, OJK juga akan terus memberikan kemudahan dan memperluas jangkauan teknologi finansial terhadap masyarakat unbankable atau tidak dapat mengakses layanan perbankan.

“OJK juga turut mendorong masuk pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) ke dalam ekosistem digital,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini