Dolar Naik ke Level Tertinggi Didorong Imbal Hasil Obligasi AS

Antara, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 06:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 278 2485415 dolar-naik-ke-level-tertinggi-didorong-imbal-hasil-obligasi-as-uSyBfUDXVZ.jpg Dolar Amerika Serikat. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir di perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar AS menguat di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengumumkan pengurangan program pembelian obligasi bulan depan.

Di sisi lain, investor tengah kekhawatiran atas melonjaknya harga-harga energi juga mengirim investor ke mata uang aman greenback.

Baca Juga: Dolar Bergerak Stagnan Jelang Rilis Data Pekerja AS Hari Ini

Imbal hasil surat utang dua tahun AS melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari 18 bulan, karena investor menjual surat utang AS. Hal ini memperhitungkan bahwa lonjakan harga energi akan memicu inflasi dan menambah tekanan pada Fed untuk mengambil tindakan lebih cepat dari yang diperkirakan.

"Fokus saat ini adalah suku bunga obligasi pemerintah. Pasar-pasar kredit sedang mengantisipasi dimulainya tapering, saya kira, pada November," ujar Analis Senior FXStreet, Joseph Trevisani, dikutip dari Antara, Rabu (13/10/2021).

Investor akan mengamati data Indeks Harga Konsumen AS pada Rabu waktu setempat dan data penjualan ritel pada Jumat (15/10) untuk petunjuk lebih lanjut tentang kapan Fed mungkin mulai mengurangi stimulusnya.

"Datanya akan sangat besar," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions, Joe Manimbo.

Baca Juga: Dolar AS Menguat, Bitcoin Naik hingga 6,27%

"Angka-angka ini akan berbicara tentang prospek inflasi, serta sejauh mana pertumbuhan kuartal ketiga kemungkinan akan melambat. Jadi, jika kita mendapatkan informasi lain tentang inflasi besok, itu akan cenderung memperkuat tapering tahun ini dan mungkin menyebabkan pasar menyempurnakan ekspektasi saat kita bisa melihat kenaikan suku bunga," katanya.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, menyentuh 94,563, tertinggi sejak akhir September 2020.

Lonjakan imbal hasil AS mendorong investor untuk membuang yen Jepang terhadap dolar, yang mengakibatkan penurunan harian terbesar kedua dalam mata uang Jepang.

Karena imbal hasil obligasi pemerintah naik lebih lanjut pada Selasa (12/10), dolar mencapai level tertinggi tiga tahun versus yen, yang telah jatuh 4,0% versus greenback dalam tiga minggu.

Dolar juga menguat terhadap euro, dengan mata uang bersama turun 0,23% pada USD1,1525 terendah sejak Juli 2020 karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

Di pasar mata uang kripto, Bitcoin turun 3,02% menjadi USD55.750. Ether, uang kripto terbesar kedua di dunia turun 1,38% menjadi USD3.495.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini