Berakhir Melemah, 3 Indeks Utama Wall Street Anjlok

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 06:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 278 2485421 berakhir-melemah-3-indeks-utama-wall-street-anjlok-rOEWYHreK3.jpg wall Street Menurun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat, Wall Street melemah pada akhir perdagangan Selasa waktu AS. Investor pun tengah menantikan rilis data pendapatan.

Tiga indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup anjlok 117,72 poin (-0,34%) di level 34.378,34. S&P 500 kehilangan 10,54 poin (-0,24%) menjadi 4.350,65, dan Nasdaq Composite turun 20,28 poin (-0,14%) di 14.465,93.

Baca Juga: Wall Street Galau, Investor Was-Was Laporan Keuangan Emiten

Penutupan hari ini memperpanjang pelemahan sebelumnya, dengan Dow Jones turun paling dalam dibebani sektor kesehatan dan industri. Sedangkan 6 dari 11 sektor utama di S&P 500 berakhir di zona merah, ditekan oleh sektor komunikasi yang menurun paling dalam.

Managing Director Wedbush Sekuritas Michael James mencermati, pasar masih fokus terhadap data pendapatan dari pemerintah federal pada kuartal ketiga yang dinilai dapat menghadirkan petunjuk bagi investor.

Baca Juga: Wall Street Melemah Dipicu Lesunya Data Pekerjaan

Sementara risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada September diperkirakan bakal dirilis Rabu ini, yang dapat menjadi gambaran kapan bank sentral AS memulai program pengurangan pembelian aset atau taperingnya.

"Mari kita lihat seperti apa data pendapatan terbaru, dan seberapa besar dampaknya yang dapat dilihat dari beberapa hal seperti angka inflasi yang tinggi, terbatasnya rantai pasokan, dan bahan baku. Faktor tersebut dapat menjadi gambaran harga pasar ekuitas saat ini" kata Michael dalam catatan tertulisnya, dilansir Reuters, Rabu (13/10/2021).

Sementara itu, saham Tesla naik 1,7%, setelah data produksi di China mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 56.006 pada September. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak dimulainya produksi di Shanghai sekitar dua tahun terakhir.

Emiten American Airlines Group naik 0,8% setelah perusahaan memproyeksikan kerugiannya bakal lebih kecil dari perkiraaan pada kuartal ketiga dan mengisyaratkan adanya peningkatan jumlah pelanggan di sisa tahun ini.

Selain data pendapatan, pasar juga turut mencermati pernyataan Wakil Ketua The Fed Richard Clarida yang mengatakan bank sentral telah siap untuk memulai tapering.

Data AS menunjukkan pasar tenaga kerja masih ketat, dengan rekor angka pengangguran AS di bawah 5%. Hal ini dapat memicu kekhawatiran inflasi karena sejumlah perusahaan bakal menaikkan upah untuk menarik kembali atau mempertahankan para pekerjanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini