Indonesia Jadi Negara Penggerak Terapkan Pajak Karbon

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 320 2485501 indonesia-jadi-negara-penggerak-terapkan-pajak-karbon-5DVUHT5h1j.jpg Pengenaan Pajak Karbon Dimulai 2022. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia mulai mengenakan pajak karbon tahun depan. Hal ini pun menjadi tonggak sejarah baru terkait dukungan pada perubahan iklim dunia.

Sebelumnya, pada 7 Oktober 2021, pajak karbon lahir melalui UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan menambah sederetan kebijakan fiskal yang digunakan sebagai instrumen pengendali perubahan iklim.

Baca Juga: 130 Negara Bakal Dapat Rp2.145 Triliun dari Pajak Perusahaan 15%

“Indonesia menjadi penggerak pertama pajak karbon di dunia terutama dari negara kekuatan ekonomi baru (emerging). Ini bukti konsistensi komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan ekonomi yang kuat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, Rabu (13/10/2021).

Febrio menuturkan, prioritas utama penurunan emisi gas rumah kaca tersebut berada pada sektor kehutanan, serta sektor energi dan transportasi yang telah mencakup 97% dari total target penurunan emisi NDC Indonesia.

Baca Juga: UU Pajak Bakal Jadi Tongkat Estafet Ekonomi, Ini Alasannya

“Lebih jauh lagi, dengan semakin kuatnya tren global terhadap isu perubahan iklim, Indonesia juga telah menargetkan untuk mencapai Emisi Nol Bersih (Net Zero Emission) di tahun 2060 atau lebih awal,” paparnya.

Meskipun demikian, tujuan utama dari pengenaan pajak karbon adalah mengubah perilaku (changing behavior) para pelaku ekonomi untuk beralih kepada aktivitas ekonomi hijau yang rendah karbon.

“Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang berbahaya bagi lingkungan, dengan penurunan sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030,” tambahnya.

Hal ini sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dalam rangka mencapai target penurunan emisi GRK dalam jangka menengah dan panjang.

“Indonesia menjadi penentu arah kebijakan global, bukan pengikut, dalam melakukan transisi menuju pembangunan yang berkelanjutan. Indonesia akan menjadi acuan dan tujuan investasi rendah karbon, di berbagai sektor pembangunan baik di sektor energi, transportasi, maupun industri manufaktur”, tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini