Listrik Berlimpah, Investor Jangan Ragu Tanam Modal di Indonesia

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 320 2485657 listrik-berlimpah-investor-jangan-ragu-tanam-modal-di-indonesia-1ryh8QtoRi.jpg Pasokan listrik RI berlimpah (Foto: Okezone)

JAKARTA – PT PLN (Persero) menjamin pasokan listrik tersedia untuk para investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia. Pasokan listrik yang berlimpah saat ini bertujuan agar para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia tidak lagi ragu.

Baca Juga: RI Diprediksi Kelebihan Listrik, PLN Gimana?

"Artinya, dengan ketersediaan yang cukup besar, kita harapkan investor tidak ragu untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Listriknya sudah ada," ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, Rabu (13/10/2021).

Hingga September 2021, pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 4,42% menjadi 187,78 terawatt hour (TWh) secara year on year. Penjualan listrik PLN diproyeksikan bakal terus meningkat menembus 252,51 TWh hingga akhir tahun 2021, atau tumbuh sebesar 4,71% dibanding tahun lalu.

Baca Juga: Duh! PLN Turunkan Proyeksi Permintaan Listrik 10 Tahun ke Depan, Ada Apa?

Bob melanjutkan, dalam meningkatkan permintaan listrik, PLN juga melakukan upaya strategi intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi dilakukan pada pelanggan yang sudah ada dengan mengajak masyarakat mengoptimalkan penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

"Misalnya untuk menanak nasi bisa beralih menggunakan rice cooker. Kemudian kompor LPG kini bisa beralih ke kompor listrik. Semua peralatan di rumah bisa beralih menggunakan basis listrik," ungkapnya.

Untuk upaya ekstensifikasi, PLN mendorong industri-industri yang selama ini menggunakan pembangkit sendiri beralih menggunakan listrik dari PLN. "Ada ahlinya, yaitu PLN. Pelanggan mengurus bisnisnya, PLN yang mengurus listriknya," imbuh Bob.

Bob menambahkan, saat ini penggunaan listrik di negara maju sudah mencapai 4.000 kWh per kapita karena menggunakan listrik untuk berbagai keperluan. Sementara Indonesia masih 1.250 kWh per kapita.

"Ini yang harus kita dorong terus agar listrik bisa jadi sumber kemudahan, kenyamanan, dan kebahagiaan dalam melakukan aktivitas," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini