Ada Terminal Purpose Wae Kelambu NTT, Menhub: Beras Tidak Lagi dari Jawa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486236 ada-terminal-purpose-wae-kelambu-ntt-menhub-beras-tidak-lagi-dari-jawa-MICIMyE5fJ.jpg Menhub (Foto: Antara)

JAKARTA - Terminal Purpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pelabuhan logistik pertama di NTT.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, terminal diperuntukkan untuk melayani lalu lintas dan kegiatan bongkar muat komoditas seperti peti kemas, general cargo, dan curah cair.

Hal tersebut sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Labuan Bajo yang tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 117 Tahun 2021.

"Ini merupakan suatu hasil karya yang tidak mudah dilaksanakan, tetapi Alhamdulillah berkat kerja sama semua pihak, pusat dan daerah, ini bisa dilaksanakan dengan baik dan kita bisa melaksanakan ini menjadi suatu Pelabuhan kelas III," ujar Budi, Jakarta, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Resmikan Terminal Wae Kelambu NTT, Jokowi: Pelabuhan Ini Sangat Besar Sekali

Dia menilai, keberadaan Terminal Purpose Wae Kelambu menambah daftar pelabuhan di kawasan Indonesia Timur, di mana digunakan sebagai jalur konektivitas barang atau logistik.

Selain itu, pelabuhan juga mempermudah akses tol laut yang secara khusus dibagun untuk mengintegrasikan sejumlah pelabuhan di kawasan Timur Indonesia. Harapannya, logistik tidak konektivitas di sektor laut tersebut tidak lagi membuat barang terpusat di pulau Jawa.

"Tol laut yang secara khusus kita bagun itu menjumpai pelabuhan-pelabuhan dan diharapkan sesuai dengan arahan Presiden (Jokowi), beras tidak lagi dari Jawa. Berarti angkutan dari Barat ke Timur akan berkurang, dan dari Timur ke Barat akan dimulai," katanya.

Presiden Joko Widodo mencatat, Terminal Multipurpose Wae Kelambu memiliki area yang sangat besar. Dia menginginkan agar pelabuhan bisa digunakan dalam jangka waktu 15 -20 tahun mendatang.

Khususnya, memungkinkan untuk angkutan barang-barang yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat.

"Alhamdulillah dan saya tidak bayangin bahwa pelabuhan yang baru ini sangat besar sekali. Enggak seperti yang pikiran saya itu kayak yang lama hanya digeser ke sini. Ternyata menjadi sebuah pelabuhan yang besar yang kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, visible, untuk angkutan barang-barang yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Utamanya di Kabupaten Manggarai Barat," kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini