Indonesia Timur Tak Lagi Bergantung Pasokan Beras dari Pulau Jawa

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 320 2486308 indonesia-timur-tak-lagi-bergantung-pasokan-beras-dari-pulau-jawa-yYVP7vsvRY.jpg Menhub Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com/BKIP Kemenhub)

JAKARTA - Indonesia Timur tidak akan lagi bergantung pada pasokan beras dari Pulau Jawa. Keyakinan itu seiring upaya pemerintah membangun lumbung padi di Merauke atau Papua.

Lumbung padi tersebut dipandang mampu memenuhi kebutuhan beras bagi masyarakat di kawasan Timur Indonesia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, lumbung beras akan mengurangi jumlah kiriman kontainer dari Barat ke Timur. Justru, Kawasan Timur Indonesia digadang-gadang mampu mendistribusikan logistik ke Pulau Jawa meningkat dengan dibangunnya proyek tol laut yang dikuatkan dengan peresmian sejumlah pelabuhan. Salah satunya, Terminal Purpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Besok, Presiden Jokowi Bakal Resmikan Pelabuhan Logistik Pertama di NTT

“Tol laut yang secara khusus kita bagun itu menjumpai pelabuhan-pelabuhan dan diharapkan sesuai dengan arahan Presiden, beras tidak lagi dari Jawa berarti angkutan dari barat ke timur akan berkurang, dan dari timur ke barat akan dimulai,” ujar Budi dalam peresmian merger Pelindo I-IV, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, pembangunan proyek tol laut dan pembangunan sejumlah infrastruktur di sektor kelautan dilakukan dengan cara yang tak mudah. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Naik Golf Car, Presiden Jokowi Keliling Lihat Bongkar Muat Terminal Multipurpose Wae Kelambu

Kendati demikian, dengan kerja sama seluruh pemangku kepentingan proyek itu bisa diselesaikan dengan tepat waktu. Budi pun optimistis dengan adanya lumbung padi dan mudahnya distribusi logistik, kedaulatan pangan di wilayah Timur dapat segera tercapai.

“Presiden sudah mengarahkan agar lumbung beras tersebut agar memenuhi semua kebutuhan di Indonesia bagian timur, Papua sudah kita lakukan, dan di NTT sudah mulai,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencatat adanya merger PT Pelindo I-IV akan menekan biaya logistik. Sebab, biaya logistik di Indonesia masih tinggi atau berada di level 23 persen jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang berada di kisaran 12 persen.

Keyakinan itu didasari atas penilaian bila Pelindo Group menjadi kekuatan ekonomi baru di Indonesia untuk menyeimbangkan pasar di sektor kelautan. Khususnya, menekan tingginya biaya logistik.

"Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara tetangga kita masih jauh, tertinggal kita ini. Mereka biaya logistiknya hanya 12 persen kurang lebih, kita masih 23 persen. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita," ujar Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini