Catat! PNS Dilarang Cuti dan Liburan 18-22 Oktober, Ini 6 Fakta Menariknya

Sevilla Nouval Evanda, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486807 catat-pns-dilarang-cuti-dan-liburan-18-22-oktober-ini-6-fakta-menariknya-dSTntqBoPH.jpg PNS Dilarang Cuti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti PNS dilarang dan diharapkan tidak minta cuti ke luar kota selama libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 18 - 22 Oktober.

"#RekanASN, tanggal 19 Oktober nanti adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Namun, libur peringatannya adalah pada 20 Oktober 2021. Berdasarkan SE Menteri PANRB No. 13/2021, ASN dilarang bepergian dan cuti selama tanggal 18-22 Oktober 2021," tulis akun Instagram resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.

Baca Juga: Ingat! PNS Dilarang Cuti dan Bepergian Keluar Kota Selama Libur Maulid Nabi 18-22 Oktober

Berikut 5 fakta larangan libur ASN selama 18 - 22 Oktober, seperti dirangkum Okezone, Senin 18 (/10/2021):

1. ASN Jangan Cuti Berdekatan dengan Libur Nasional

Pada dasarnya, larangan libur berdekatan dengan hari libur nasional bagi ASN sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) MenPANRB No.13/2021.Dalam SE tersebut, MenPANRB Tjahjo Kumolo mengatur pembatasan cuti bagi ASN.

“Pegawai ASN tidak mengajukan cuti pada saat sebelum dan/atau sesudah hari libur nasional pada minggu yangs ama dengan hari libur nasional,” demikian bunyi SE yang diterbitkan tanggal 25 Juni 2021.

 

2. Alasan di Balik Larangan

 

Adapun maksud larangan ini, yaitu agar para ASN menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam penerapan disiplin protokol kesehatan dan 5M.

Meski begitu, cuti masih diperbolehkan untuk keadaan mendesak, seperti melahirkan, sakit, atau alasan penting lainnya.

3. Cuti yang Dibolehkan

 

Cuti masih diperbolehkan bagi ASN dengan keperluan penting dan mendesak, seperti melahirkan, sakit, atau alasan penting lainnya.

Cuti yang bisa diberikan bagi PNS yaitu cuti melahirkan, sakit, atau cuti karena alasan penting. Sementara untuk PPPK hanya diperbolehkan cuti melahirkan dan cuti sakit saja.

 

4. Ada Tindakan Disiplin jika Melanggar

Tjahjo meminta agar PPK memberikan hukuman disiplin bagi yang melanggar ketentuan tersebut. Hal ini juga ditegaskan dalam SE.

“PPK memberikan hukuman disiplin kepada pegawai ASN yang melanggar hal tersebut maka yang bersangkutan diberikan hukuman disiplin sebagaimana diatur dalam PP No.53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No.49/2018 tentang Manajemen PPPK,” bunyi SE tersebut.

5. ASN Wajib Lapor Pelaksanaan Surat Edaran

PPK pada kementerian/lembaga/daerah diminta melaporkan pelaksanaan SE ini kepada MenPANRB melalui alamat surat elektronik persuratan@menpan.go.id paling lambat tiga hari kerja terhitung sejak tanggal tiap-tiap libur nasional dengan format pelaporan sebagaimana tercantum di dalam lampiran SE tersebut.

6. Tidak Ada Cuti Bersama

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk menggeser dua hari libur nasional dan meniadakan cuti bersama Natal 2021. Tjahjo menyebut, tahun ini tidak ada istilah cuti bersama karena fokus pada pemulihan kesehatan masyarakat.

“Kami juga menyampaikan dalam rapat kepada Pak Menko, bahwa istilah cuti bersama itu tidak ada. Semua konsentrasi untuk kesehatan masyarakat sebagaimana arahan pak presiden, arahan pak menko bahwa semua untuk menjaga kesehatan masyarakat dari pandemi Covid yang ada,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini