Cara Erick Thohir Tekan Impor Vaksin Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 17:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486958 cara-erick-thohir-tekan-impor-vaksin-covid-19-ep5EJxYQAe.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian BUMN mencari strategi untuk menekan impor vaksin Covid-19. Salah satunya yakni produksi vaksin Merah Putih atau vaksin BUMN yang diinisiasi perusahaan pelat merah di sektor farmasi.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, pihaknya menggandeng Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan sejumlah universitas ternama di Tanah Air. Bahkan pemerintah tak segan-segan menggandeng perguruan tinggi terkemuka di dunia untuk membuat vaksin Covid-19 secara mandiri.

"Dengan kami berupaya menemukan vaksin merah putih atau vaksin BUMN yang dimana vaksin Merah Putih kita bekerja sama dengan banyak pihak, dari universitas terbaik di Indonesia dan lembaga riset, dan juga kita membuka kerjasama dengan universitas yang sangat terkenal di dunia," ujar Erick dikutip, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Strategi Erick Thohir Jaga Kinerja BUMN Usai Covid-19

Sejak September 2021, LBM Eijkman mencatat vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan diharapkan sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada pertengahan 2022. Ketika EUA sudah diperoleh otoritas RI, maka vaksin sudah dapat digunakan.

Baca Juga: Erick Thohir: Pemulihan Ekonomi Itu Harus tapi Kesehatan yang Utama

Indonesia memang tengah mencatat sejarah baru, dimana, lembaga riset Tanah Air dan BUMN untuk pertama kalinya memproduksi vaksin dari nol. Dalam hal vaksin Merah Putih, sejak Maret 2020, Eijkman ditugaskan pemerintah untuk membuat vaksin Covid-19.

Di mana, tugas Eijkman adalah mengembangan bibit vaksin Covid-19 yang kemudian akan diproduksi PT Bio Farma (Persero). Langkah awal itu dibarengi dengan pembentukan tim berdasarkan pengalaman Eijkman dan Bio Farma. Tercatat, ada dua skala dalam pengembangan vaksin Covid-19 ini, yakni skala laboratorium dan skala industri.

Sebelumnya Eijkman telah berpartisipasi dalam pembuatan vaksin Demam Berdarah. Dan untuk membuat vaksin yang sempurna dibutuhkan waktu sekitar 10-30 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini