Tepis Isu Warteg Merugi di Matraman, Kowantara: Kabar Ini Tidak Benar!

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2487060 tepis-isu-warteg-merugi-di-matraman-kowantara-kabar-ini-tidak-benar-5ClsTH0UCk.jpg Warteg (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni membantah secara tegas isu miring. Di mana yang menyebutkan warteg di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur milik Takuri alami kerugian pasca dikunjungi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Kamis (14/10/2021).

Mukroni membantah isu ini setelah beredar kabar miring terkait kabar tersebut melalui portal media online 'makassar.terkini.id', dengan judul yang provokatif yakni 'Pemilik Warteg Tekor Usai Didatangi Anies: Diserbu Warga karena Dikira Dibayarkan'.

"Pemilik warteg tidak pernah berkomunikasi dengan wartawan yg mempublish berita tersebut," Mukroni setelah dikonfirmasi, pada Jumat(15/10/2021).

Baca Juga: Ada BLT Rp1,2 Juta, Pengusaha Warteg: Kami Bisa Tambah Modal

Mukroni menambahkan bahwa sumber berita tersebut bukan dari pemilik warteg tersebut. Oleh karena itu, segala isu yang belum jelas validasinya menurut Mukroni perlu segera diklarifikasi.

Disamping itu, Mukroni juga menjelaskan bahwa kegiatan Kolaborasi Sosial Berskala Besar(KSBB) pada Pangan yang dihadiri Gubernur Anies tersebut juga berjalan dengan lancar. Hal ini kembali menepis anggapan bahwa rombongan Pemprov DKI(Gubernur Anies) yang hadir di warteg tersebut menyebabkan kerugian.

Baca Juga: Akhirnya! BLT Rp1,2 Juta untuk PKL dan Warteg Dicairkan

"Semua yang berlangsung acara di warteg sudah semuanya diselesaikan dengan baik. Untuk pemesanan nasi box yang jumlahnya 200 box, jumlahnya 3 juta rupiah, maupun hidangan warteg yang habis di etalase yang disiapkan gratis juga sudah dibayar," tegas Mukroni.

Bahkan, Mukroni menambahkan bahwa salah rekannya di Kowantara Korwil Jakarta Pusat juga merupakan salah satu saudara dari pemilik warteg tersebut, ikut berkomunikasi dengan dirinya terkait isu miring ini.

"Pengurus Kowantara Pusat sudah menyampaikan termasuk hidangan yang belum habis dihidangkan, juga dibagikan ke penduduk sekitar warteg," pungkas Mukroni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini