Alumni Prakerja Jualan Keripik, Omzet Naik Jadi Rp30 Juta/Bulan

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 455 2486749 alumni-prakerja-jualan-keripik-omzet-naik-jadi-rp30-juta-bulan-5YPECe43Ol.jpeg Omzet usaha alumni kartu prakerja alami kenaikan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto temui para penerima Kartu Prakerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam acara di Siwa Cliffs, Kabupaten Lombok Tengah.

"Kartu Prakerja sangat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak negatif dalam masa pandemi saat ini, misalnya mereka yang terkena PHK atau pelaku UMKM yang omzetnya menurun akibat diadakannya PPKM," kata Menko Airlangga dalam keterangan resminya, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Insentif Kartu Prakerja Belum Cair Juga? Coba Lakukan Ini

Selain mereka mendapatkan tambahan kemampuan atau skill dari pelatihan, Menko Airlangga mengatakan insentif Kartu Prakerja tentunya dapat digunakan sebagai tambahan modal.

Salah satu alumni peserta Prakerja gelombang 9, Mahmudah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pasalnya, berkat mengikuti Prakerja dirinya bisa meningkatkan penghasilan dari sebelumnya beromzet Rp4 juta per bulan menjadi Rp30juta per bulan.

Baca Juga: Peserta Kartu Prakerja Gelombang 20 Buruan Beli Pelatihan, Hari Ini Terakhir!

"Terima kasih banyak terutama bagi Pak Airlangga Hartarto, juga tim Prakerja, termasuk Pak Presiden Jokowi yang sudah memberikan kita program Prakerja ini," ujar Mahmudah saat berdialog dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Sebelumnya sebulan itu Rp4 jutaan dengan alat yang sederhana, cuma satu saja alatnya, sekarang saya bisa dapatkan Rp30 jutaan dalam sebulan dengan alat yang juga bertambah. Tinggal kami tingkatkan saja alat-alat pendukung untuk usaha kami," tambahnya.

Pemilik usaha keripik ini mengatakan Program Kartu Prakerja memiliki manfaat yang besar bagi perkembangan usahanya. Dalam program ini Mahmudah mengambil tiga jenis pelatihan yakni peningkatan manajemen UMKM, bagaimana mendapatkan ide usaha, dan bagaimana mampu berbicara di depan publik.

"Saya bisa mendapatkan ilmu yang sebelumnya tidak bisa saya dapatkan, meningkatkan hasil usaha saya, meningkatkan manajemen usaha saya, meningkatkan juga cara membungkus dan mendesain produk saya, kemudian juga sampai ke pemasaran go international," katanya.

Selain itu Mahmudah juga menambahkan berkat mengikuti program Kartu Prakerja dirinya bisa memperluas jaringan relasi. Dari awalnya hanya tingkat desa dan kecamatan sekarang relasinya sudah antar Provinsi bahkan negara.

"Kami bisa meningkatkan pemahaman bagaimana meningkatkan akses, bagaimana cara berjualan baik offline dan online; yang paling banyak ini sekarang kan online jadi masyarakat itu jadi tau. Masyarakat NTB ini sekarang sudah tau, yang tadinya hanya di lokasi saja, di daerah kecil, sekarang sudah berkembang sampai ke Sumbawa," jelasnya.

Dia berharap program Kartu Prakerja ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat terutama anak muda. Dengan pengalaman yang sudah dia ikuti, Mahmudah menjamin anak-anak muda yang ikut program ini akan mendapatkan keuntungan untuk berkembang.

"Kalau ada saja anak-anak yang tidak mau membuka link itu (red: Prakerja), itu sangat rugi; karena menurut saya di situ banyak sekali ilmu dan materi yang didapatkan untuk mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Ketika yang belum dapat pemahaman mungkin di bangku sekolah, kita bisa temukan di situ, di Prakerja ini," ungkapnya.

Sementara itu cerita berbeda hadir dari calon peserta Kartu Prakerja. Sukri seorang tutor Bahasa Jepang di salah satu lembaga kursus di Lombok mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Kartu Prakerja. Sukri mengaku termotivasi mengikuti Prakerja setelah tetangganya banyak yang berhasil membuka usaha setelah ikut Prakerja.

"Di kampung juga sudah banyak yang sudah dapat, dan juga walaupun di pandemi dia belum ada kerjaan, dengan ilmunya dia bisa buat kerajinan, kayak tata boga lah," katanya.

Selain itu, Sukri juga ingin meningkatkan kemampuan bahasa Jepangnya lewat pelatihan yang disediakan program Kartu Prakerja. Ia berharap dengan meningkatnya kemampuan bahasa asing tersebut, bisa menunjang peningkatan pekerjaan yang tengah ia jalani.

"Pertama, di sana kan ada pilihan kita dapat ilmu baru, ada pelatihan kursus. sementara di sini kita kursusnya juga lumayan mahal, ini kan (pelatihan Prakerja) gratis. Yang kedua, kan ada juga kita bukan sekedar dikasih ilmu kursusnya saja, tapi karena untuk kita bisa praktiknya lagi. itu juga di-support juga dengan insentifnya dulu. dan sangat bermanfaat, untuk misalnya di sekitaran ini bahasa inggrisnya lah, untuk men-support wisatawan," pungkas dia.

Untuk diketahui, selama 2021 (batch 12-21) penerima Kartu Prakerja berjumlah 5.910.462 orang, dengan 94 persen atau 5.561.504 orang telah menyelesaikan pelatihan, kemudian 91 persen atau 5.397.784 orang telah mendapatkan insentif.

Total insentif yang telah disalurkan tahun 2021 sampai batch 21 adalah Rp9,52 triliun, sedangkan Total pendaftaran sejak awal Kartu Prakerja dibuka hingga 12 Oktober 2021 adalah sekitar 75 juta orang dan total penerima sekitar 11 juta orang dari 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Provinsi NTB mencatatkan total pendaftar sebanyak 725.311 orang dengan penerima sejumlah 233.230 orang, sementara untuk Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 201.796 pendaftar, dan yang diterima 71.553 orang, sedangkan di Kota Mataram pendaftar tercatat 85.970 orang dan yang diterima 29.416 orang.

Provinsi NTB adalah provinsi ke-17 dengan jumlah penerima Kartu Prakerja terbanyak se-Indonesia, dan provinsi dengan penerima terbanyak kedua di Kawasan Timur Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini