Ancaman Pinjol Ilegal Meresahkan, Sebar Foto Pribadi hingga Pelecehan Seksual

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 17:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 622 2486959 ancaman-pinjol-ilegal-meresahkan-sebar-foto-pribadi-hingga-pecelehan-seksual-RWxo2FdlNa.jpg OJK ungkap pelanggaran pinjol ilegal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah pelanggaran yang dilakukan pinjol ilegal. Untuk itu, OJK bersama Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)menindak pinjol ilegal yang melanggar hukum.

Adapun pelanggaran hukum yang dilakukan oknum pinjol ilegal salah satunya pelecehan seksual. Aksi penipuan berkedok pinjaman online kian menjamur dan meresahkan masyarakat. Tak jarang tawaran pinjol ilegal berdatangan melalui pesan singkat dan tak dipungkiri juga ada masyarakat yang terjebak dalam permainannya. Alhasil, masyarakat atau korban tersebut kelilit hutang lantaran tidak mampu membayar karena biaya bunga yang tinggi.

Baca Juga: Tegas! Pemerintah Tutup 4.874 Pinjol Ilegal Pencekik Rakyat Kecil

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan sejak 2019 hingga 2021, OJK telah mencatat 19.711 pengaduan masyarakat yang mencakup 9.270 pelanggaran berat, dan 10.441 pelanggaran ringan/sedang. Adapun bentuk pelanggaran berat yang ditemukan dalam pengaduan, antara lain pencairan tanpa persetujuan pemohon, ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak HP dengan teror/intimidasi, dan penagihan dengan kata kasar dan pelecehan seksual.

Perlu diketahui, kata Wimboh, faktor pendorong pelaku pinjol ilegal itu karena adanya kemudahan mengunggah aplikasi/situs/website dan kesulitan pemberantasan karena lokasi server banyak ditempatkan di luar negeri.

Baca Juga: Tegas! Ada yang Bunuh Diri, Negara Tak Akan Kompromi dengan Pinjol Ilegal

Sementara faktor masyarakat atau korban dikarenakan tingkat literasi terhadap pemahaman pinjol ilegal masih rendah, hal itu dapat terlihat dari sikap korban yang tidak melakukan pengecekan legalitas terlebih dahulu terhadap perusahaan yang bersangkutan, serta kepepet kebutuhan mendesak karena kesulitan keuangan.

"Kami himbau kepada masyarakat, kalau mau meminjam secara fintech pilihlah yang terdaftar. OJK telah menutup fintech-fintech yang tidak terdaftar melalui kerja sama dengan kepolisian, Kemenkominfo, dan pemangku kepentingan lain. OJK juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi dengan penegak hukum untuk memberantas pinjol ilegal sampai ke akarnya," kata Wimboh, Jumat (15/10/2021).

"Apabila ada hal-hal yang kurang jelas, silakan akses ke OJK melalui whatsapp di nomor 081-157-157-157, bisa juga telepon kami di nomor 157 atau mengirim email dengan alamat konsumen@ojk.go.id" tambah Wimboh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini