Harga Emas Berjangka Anjlok Terseret Data Penjualan Ritel

Antara, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 06:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487155 harga-emas-berjangka-anjlok-terseret-data-penjualan-ritel-s2E6ZKzKGo.jpg Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka turun tajam pada akhiri perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut, karena rebound dalam imbal hasil obligasi AS dan peningkatan mengejutkan dalam penjualan ritel September merusak status safe-haven emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD29,6 atau 1,65% menjadi ditutup pada USD1.768,30 per ounce. Namun, untuk periode minggu ini emas berjangka masih membukukan kenaikan 0,60%.

Baca Juga: Harga Emas Dekati USD1.800/Ounce, Naik 3 Hari Berturut-turut

“Emas memiliki segalanya yang menentangnya. Suku bunga riil naik, ekuitas lebih tinggi, begitu juga Bitcoin,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Data ekonomi yang dirilis pada Jumat (15/10) beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,7% pada September, bulan kedua berturut-turut penjualan ritel meningkat. Penjualan ritel AS secara tak terduga meningkat pada September, meningkatkan ekuitas dan memperpanjang kerugian emas sebagai lindung nilai risiko.

Baca Juga: Emas Antam Dibanderol Rp916.000/Gram, Berikut Daftar Kenaikan Harganya

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan harga impor naik 0,4% pada September setelah turun 0,3% pada Agustus. Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State Fed New York turun 14,5 poin menjadi 19,8 pada Oktober, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 25 poin.

Meningkatkan peluang kerugian memegang emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang jadi acuan pulih dari level terendah lebih dari satu minggu pada Kamis (14/10).

Sementara sebagian besar pembuat kebijakan Fed setuju bahwa bank sentral dapat mulai mengurangi pembelian obligasi bulanan segera bulan depan, mereka terpecah tajam atas inflasi dan apa yang harus mereka lakukan tentang hal itu.

Investor kemungkinan hanya memperkirakan pengetatan moderat dari bank-bank sentral utama dan "yang seharusnya tidak menyebabkan terlalu banyak masalah bagi emas karena investor melakukan lindung nilai terhadap tingkat harga yang tinggi," kata Fawad Razaqzada, analis ThinkMarkets.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 12,8 sen atau 0,55%, menjadi ditutup pada USD23,349 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik USD6,6 atau 0,63%, menjadi ditutup pada USD1.058,9 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini