Krisis BBM, 5 Ribu Truk Kesulitan Cari Solar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 09:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487183 krisis-bbm-5-ribu-truk-kesulitan-cari-solar-wYiqke4LyH.jpeg BBM Langka di Sumut (Foto: Shutterstock)

MEDAN - 5 ribu unit angkutan truk di Pelabuhan Belawan, Kota Medan kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pasalnya SPBU di sekitar wilayah Belawan, tempat truk-truk itu biasa mengisi solar tak memiliki stok.

Hal itu diungkapkan Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara, Haposan Sialagan, Jumat (15/10/2021) Malam.

Baca Juga: BBM Langka, Polda Sumut Bentuk Tim Khusus Selidiki Dugaan Penimbunan

Menurut Haposan, kelangkaan solar terpaksa membuat para sopir mengisi bahan bakar dengan harga lebih tinggi seperti Dex dan Dexlite. Ini membuat biaya operasional mereka meningkat secara cukup signifikan.

"Angkot juga bgeitu, sudah keliling mencari premium bahkan sudah antre di SPBU. Begitu juga bus lintas sumatera juga supaya sampai ke tujuan maka diisi dulu pakai Dexlite. Akhirnya membuat setoran menjadi minus," jelasnya.

Baca Juga: Setelah BBM Premium, Kini Pertalite Mulai Menghilang

Haposan berharap, kelangkaan BBM yang saat ini terjadi dapat diatasi dalam beberapa hari ke depan. Organda menurut Haposan, sudah berkordinasi dengan Pertamina terkait permasalahan kelangkaan solar ini.

"Kita tunggu beberapa hari ini. Karena Pertamina juga sudah coba kita hubungi dan keterlambatan yang menjadi alasan mereka. Harapan kita tidak lama keterlambatan ini karena kita sudah terganggu," pungkasnya.

Ketua DPC Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Belawan, Ery Salim, mengatakan sangat sulit mendapatkan BBM jenis solar sehingga mengganggu aktivitas di pelabuhan. Khususnya tiga hari belakangan ini.

"Memang minggu lalu mulai terasa tetapi selama 3 hari ini truk kontainer berputar-putar mencari bahan bakar di sejumlah SPBU. Kalau ada informasi dimana ada solar kita datangi tetapi tidak juga terpenuhi," ujarnya.

Bahkan karena kesulitan mendapatkan BBM jenis solar, sambung Ery, membuat sekitar 30% armada khusus mengangkat barang-barang pelabuhan tidak beroperasi. Armada yang beroperasi juga sangat terganggu karena tidak bisa optimal.

"Sebab mencari solar saja sudah menghabiskan waktu yang banyak baru bisa ambil barang ke pelabuhan atau antar barang ke pelabuhan. Itu yang paling kita rasakan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini