Sri Mulyani Ingin Dunia Kerjasama Atasi Krisis Global

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 09:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487189 sri-mulyani-ingin-dunia-kerjasama-atasi-krisis-global-KsJy044ke2.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani hadiri pertemuan tahunan IMF WB (Foto: Antara)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menghadiri Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG). Ia membagikan cerita hari ketiga pertemuan yang dilaksanakan di Washington DC, Amerika Serikat ini lewat akun Instagramnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Mampir ke Kantor IMF di AS, Mau Cari Utang Baru?

“Dunia akan terus dihadapkan pada berbagai kemungkinan krisis, baik bidang kesehatan, ekonomi, bencana alam maupun ancaman akibat perubahan iklim. Krisis tersebut tidak mengenal batas negara. Kerjasama internasional dan peranan lembaga multilateral menjadi mutlak diperlukan,” tulisnya, dikutip di Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

WBG telah memberikan dukungan pendanaan sebesar USD160 miliar atau Rp2.288 triliun (kurs Rp14.300 per USD) kepada 100 negara di dunia untuk penanganan krisis kesehatan, pengadaan dan program vaksin, bantuan sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Perubahan Iklim Jadi Ancaman, Sri Mulyani Buka-bukaan soal Pajak Karbon

Peran WBG sendiri sangat penting. Tak hanya menyediakan instrumen pendanaan, tetapi juga menjembatani pendanaan swasta untuk membantu negara-negara anggotanya dalam agenda pembangunan yang kian kompleks dan mendesak.

“Peranan Bank Dunia Grup dalam menyediakan instrumen pendanaan yang fleksibel dan responsif untuk membantu negara-negara anggotanya menjadi sangat penting. Juga dalam membantu menjembatani hadirnya pendanaan dan peranan swasta (creative financing) dalam memecahkan persoalan pembangunan yang makin kompleks dan mendesak,” sambungnya.

Sementara untuk krisis perubahan iklim, ia mengungkapkan bahwa negara-negara berkembang masih memerlukan pendanaan dan teknologi dalam upaya adaptasi dan mitigasi. Ia berharap, seluruh dunia yang diwakili oleh para pembuat kebijakan dapat bekerja sama untuk hal ini.

“Dunia harus mampu untuk terus maju dan tumbuh bersama, untuk menciptakan kemakmuran yang berkeadilan dan berkelanjutan. Tugas itu harus dijawab oleh para pembuat kebijakan melalui kerjasama global yang harus dibangun berdasarkan prinsip kemerdekaan, kedaulatan, keadilan sosial dan perdamaian abadi - seperti yang diamanatkan para pendiri bangsa kita,” pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini