Presiden Jokowi Minta Erick Thohir Tutup BUMN Sakit

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487225 presiden-jokowi-minta-erick-thohir-tutup-bumn-sakit-Z846BTXwLv.jpg Presiden Jokowi minta BUMN sakit ditutup (Foto: Biro Setpres )

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Erick Thohir tak ragu menutup BUMN yang masuk kategori sakit. Jokowi juga menyinggung perihal penyertaan modal negara (PMN) BUMN.

Menurutnya, banyak perusahaan pelat merah yang masuk kategori sakit, namun terus menerima kucurkan dana segar negara. Langkah proteksi pemerintah kepada perseroan tersebut dinilai mengurangi core value perusahaan hingga membuat perseroan mabdul untuk bersaing di pasar terbuka.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ingin BUMN Bersaing di Internasional, Dunia Sudah Kayak Gini

"Kalau yang lalu-lalu BUMN-nya banyak keseringan kita proteksi. Sakit tambahin PMN, sakit suntik PMN, maaf terlalu enak sekali dan akhirnya itu yang mengurangi nilai-nilai yang tadi saya sampaikan, kompetisi gak berani, bersaing gak berani, mengambil resiko gak berani, bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan," tegas Jokowi, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Ada Korupsi di BUMN? Lapor ke Sini!

Kepala Negara pun menegaskan, agar Kementerian BUMN sebagai pemegang saham perseroan untuk tidak lagi melakukan proteksi kepada BUMN.

"Jadi tidak ada namanya proteksi-proteksi lagi itu, sudah dilupakan Pak Menteri (Erick Thohir) yang namanya proteksi-proteksi," katanya.

Tak hanya itu, Kepala Negara juga meminta Menteri BUMN mengambil langkah likuidasi atau pembubaran terhadap perusahaan sakit atau tidak lagi beroperasi, meski namanya BUMN masih tercatat. Hal itu agar menjadi pendorong bagi BUMN lain untuk bisa berkompetisi di kancah global.

"Kalau Pak Menteri sampaikan ada perusahaan seperti ini (sakit), kondisi seperti ini, tutup saja! Tidak ada selamat-selamatin kalau sudah begitu," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini