Diteror dan Diancam Pinjol Ilegal? Segera Lapor Polisi! Jangan Takut

Anggie Ariesta, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487275 diteror-dan-diancam-pinjol-ilegal-segera-lapor-polisi-jangan-takut-lxLJUinJQr.jpg Praktik Pinjol ilegal marak di kalangan masyarakat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sebanyak 3.515 pinjaman online (pinjol)  ilegal yang ditindak pihaknya dengan menghentikan kegiatan dan blokir situs. Ketua Tim Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengungkapkan bahwa proses penegakan hukum karena aduan masyarakat.

"Terakhir KSP Cinta Damai dengan 8 pelakunya," katanya dalam diskusi Polemik Trijaya secara virtual, Sabtu (16/10/2021).

"Dan kami sampaikan juga ke masyarakat bahwa ciri utama pinjol ilegal adalah tidak terdaftar di OJK," imbuhnya.

Baca Juga: Bareskrim Ungkap Kendala Mengungkap Pinjol Ilegal, Akun Ditutup hingga Pelaku Berpindah-pindah

Tongam tak henti-hentinya mendorong masyarakat jika terkena teror pinjol ilegal ada baiknya melapor ke kepolisian karena akan sangat membantu penyelidikan.

"Iya, kita menyampaikan laporan ke kepolisian dan perlu bukti oleh pengaduan oleh masyarakat, meneror, penipuan dan pemerasan juga bahwa harus dibuktikan, nah kita harapkan untuk peran masyarakat haknya melaporkan ke polisi, ada baiknya kalau diteror lapor ke polisi," jelas dia.

Baca Juga: Banyak Korban Pinjol Ilegal, YLKI: Polisi Baru Bertindak Setelah Disentil Jokowi

Setiap pengaduan dan tindak pidana ini lebih kuat jika dengan ada peran masyarakat. "Beberapa kendala seperti itu (aib), kami dorong lapor polisi," katanya.

Sampai pada Presiden Joko Widodo memberikan perhatian serius menyangkut fakta dilapangan bahwa pinjol ilegal merugikan masyarakat, SWI menerapkan strategi khusus.

"Pernyataan presiden tentu menjadi perhatian serius, fakta di lapangan pinjol ilegal merugikan masyarakat, perlu upaya luar biasa dengan strategi kita di SWI adalah peningkatan literasi terutama di pedesaan, inklusi keuangan atau dengan KSP," ujarnya.

Untuk dalang pinjol ilegal, Tongam mengatakan servernya di Indonesia ada 22%, luar negeri 34% dan sisanya Satgas tidak tahu.

"Indikasinya memang lintas negara juga, ada orang lain yang memanfaatkan orang di Indonesia. Dari SWI berdasarkan pengaduan, ini murni penipuan untuk meraup untung besar bagi mereka," ungkap Tongam.

Saat ini SWI terus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pinjol yang legal karena menjadi alternatif pembiayaan masyarakat sektor nonformal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini