3 Fakta Presiden Jokowi Sindir Biaya Logistik di RI Masih Mahal, Ada yang Tak Efisien

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487285 3-fakta-presiden-jokowi-sindir-biaya-logistik-di-ri-masih-mahal-ada-yang-tak-efisien-rHybJ8Nq81.jpg Presiden Jokowi akui biaya logistik RI masih mahal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia. Hal ini sebagai upaya pemerintah mengatasi masalah logistik di Indonesia yang tidak kunjung rendah.

Selain itu Jokowi juga meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo. Tapi bagaimana kritikan Jokowi terhadap biaya logistik yang masih mahal? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait biaya logistik:

Baca Juga: Presiden Jokowi Ungkap Merger Pelindo Ditugaskan sejak 7 Tahun Lalu

1. Bukti Ada yang Tidak Efisien

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa biaya logistik di Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga.

Kepala negara menilai, mahalnya biaya logistik tersebut menunjukkan bahwa ada yang tidak efisien.

“Kita tahu biaya logistik negara kita dibanding negara-negara tetangga masih jauh tertinggal ini. Mereka biaya logistiknya hanya 12% kurang lebih. Kita masih 23%. Artinya ada yang tidak efisien di negara kita,” katanya.

Baca Juga: Digabung, Pelindo Jadi Operator Terminal Petikemas Terbesar ke-8 Dunia

2. Dampak Proyek Infrastruktur Jadi Tidak Optimal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pembangunan berbagai infrastruktur yang dilakukan pemerintah bertujuan untuk menekan biaya logistik tersebut. Dengan begitu, lanjut dia, daya saing Indonesia diharapkan bisa lebih meningkat.

“Oleh sebab itu kenapa dibangun infrastruktur baik itu jalan, baik pelabuhan, baik itu airport karena kita ingin produk-produk kita, barang-barang kita bisa bersaing kalau kita adu kompetisi dengan produk-produk negara lain,” ujarnya.

3. Biaya Logistik di Pelabuhan Tinggi

Direktur Utama Pelabuhan Indonesia (Pelindo II) Arif Suhartono mengaku bahwa biaya logistik di Indonesia lebih tinggi jika dibanding negara lain. Menurutnya, tingginya biaya logistik karena lima hal.

"Lima isu utama yaitu regulasi pemerintah yang tidak kondusif, kemudian ada efisiensi value chain darat yang rendah, efisiensi value chain maritim yang rendah, operasi dan infrastruktur pelabuhan tidak optimal dan terakhir supply demand yang tidak seimbang," ujarnya.

Namun dirinya mengaku hanya menyoroti sesuai bidang pada operasi dan infrastuktur pelabuhan yang tidak optimal.

"Tidak bicara individual port, tapi semuanya terjadwal dengan baik, dan memang banyak sekali yang harus dihighlight terkait operasional dan infrastruktur pelabuhan yang tidak optimal menjadi hal yang harus digaris bawahi ya nanti harus terintegrasi," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini