Jokowi Kembali Singgung Merger BUMN, Begini Rencana Erick Thohir

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487293 jokowi-kembali-singgung-merger-bumn-begini-rencana-erick-thohir-o34Qw2Pbcp.jpg Menteri BUMN Erick Thohir menjawab tantangan merger BUMN (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung keinginanya untuk menggabungkan (merger) sejumlah perusahaan BUMN dalam satu payung manajemen.

Kepala negara menyebut, keinginan itu sudah disampaikan sejak 7 tahun silam. Dimana, sejak keinginan awal itu disampaikan tercatat ada 108 perseroan.

Baca Juga: Utang BUMN Terus Naik, Nasibnya Bakal seperti Evergrande?

Namun, sejak 2019 lalu ketika Erick Thohir dipercaya memimpin Kementerian BUMN, penorganisasian perusahaan prrlahan direalisasikan. Erick telah melakukan langkah perampingan dari 108 menjadi 41 perusahaan saja. Di sisi organisasi, pemegang saham pun memperkecil jumlah klasterisasi BUMN hingga menyisakan 12 klaster.

"Dan tadi sudah disampaikan Pak Menteri BUMN, ada 108 sekarang sudah turun menjadi 41, ini sebuah pondasi yang sangat baik, kemudian diklasterkan," ujar Presiden, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir: Program Makmur Diberikan ke 28.000 Petani

Tak sampai di situ, merespon keinginan Presiden, Erick pun berencana akan mengurangi jumlah anggota klaster. Targetnya, masing-masing klaster hanya diisi 1-2 BUMN, jumlah berkurang bila dibandingkawkn dengan posisi saat ini. Dimana, satu klaster terdapat 3-4 perseroan.

Pemegang saham menilai, aja core business atau bisnis inti BUMN yang serupa. Misalnya bisnis Perum Bulog sama dengan yang dilakoni PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI. Kemudian, Holding Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN III dengan Perhutani. Menurut Erick, bisnis serupa harus dikelola dalam satu manajemen.

"Ke depan Bapak (Jokowi) kita harapkan kalau bisa di masing-masing klaster ini jumlahnya 2 atau 1 saja, misalnya Bulog dan RNI sebenarnya agak mirip Bapak. Lalu, Perkebunan, Perhutani pun sebenarnya agak mirip. Nah, tentu, LEN, Krakatau Steel dan ada Surveyor seperti ini," katanya.

Saat ini terdapat 12 klaster BUMN. Masing-masing Wakil Menteri BUMN I dan II membawahi 6 klaster.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini