Soal Transformasi BUMN, Jokowi: Kita Balapan Hanya Punya Waktu 2 Tahun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487330 soal-transformasi-bumn-jokowi-kita-balapan-hanya-punya-waktu-2-tahun-Ek6OpwBBDV.jpg Presiden Jokowi minta BUMN terus melakukan transformasi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan BUMN hanya memiliki waktu 2 tahun untuk melakukan transformasi perusahaan. Kementerian BUMN selaku pemegang saham terus merealisasikan agenda tersebut di sejumlah lini bisnis perseroan negara.

Implementasi transformasi BUMN, tidak semata-mata dilihat dari peleburan, restrukturisasi, hingga pembentukan klaster berdasarkan bisnis inti perusahaan. Namun, dilihat dari kontribusi BUMN terhadap perekonomian bangsa.

Baca Juga: Jokowi Kembali Singgung Merger BUMN, Begini Rencana Erick Thohir

Presiden meminta agar Menteri BUMN Erick Thohir memaksimalkan waktu yang tersisa untuk merealisasikan agenda tersebut. Langkah itu sekaligus mendorong lompatan besar Indonesia di tengah persaingan ekonomi negara-negara di dunia.

"Kita ini balapan, kita hanya punya waktu dua tahun, bukan karena 2024, ndak. Memang kita hanya diberi waktu dua tahun, kalau mau negara ini mau melompat," ujar Jokowi, Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: Utang BUMN Terus Naik, Nasibnya Bakal seperti Evergrande?

Tercatat, selama 10 tahun terakhir, kontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp3.290 triliun. Jumlah itu terdiri dari setoran pajak, PNBP, dan dividen. Meski begitu, pemegang saham meminta perusahaan tetap memaksimalkan kontribusinya untuk mendukung pertumbuhan makro ekonomi nasional.

Kepala Negara juga menekan pentingnya transformasi bisnis perusahaan berbasis digital hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dimana, diperlukan satu ekosistem yang mengsinergikan antara teknologi, SDM, dan bisnis perusahaan. Kerangka ini diyakini mampu membawa BUMN agar berkompetisi di pasar global.

"Bagaiaman menyiapkan SDM-nya, ekosistemnya, masuk ke adaptasi teknologinya, baru negara kita bisa melompat. Dan kita harus pontang-panting untuk itu," katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Erick Thohir kerap menyampaikan gagasan hingga tahapan transformasi BUMN. Salah satunya, memastikan rantai pasok dan ekosistem perusahaan tetap terjaga agar bisa efisiensi dan sehat. Harapan ini agar BUMN bisa bersaing dalam iklim pasar yang terbuka di kanca dunia.

Untuk mencapai level tertinggi di market global, setidaknya perseroan harus menguatkan model bisnisnya berdasarkan kerangka digitalisasi. Dua poin penting lain dalam agenda besar perseroan negara adalah Public Service Obligation (PSO) dan kepemimpinan.

Ihwal PSO, Erick menekan pentibgnya pelayanan masyarakat. Setidaknya adanya efek positif kinerja perusahaan terhadap masyarakat luas. Misalnya, memudahkan pembiayaan bagi pelaku di sektor ultra mikro.

Sementara, kepemimpinan terkait dengan manajemen di internal BUMN. Pemegang saham meminta, agar manajemen tetap melanjutkan program transformasi yang sudah dilakukan manajemen sebelumnya. Penegasan ini disebabkan adanya program yang tidak bersifat sustainable atau berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini