Heboh 100 Pabrik Sepatu Pindah ke Jawa Tengah demi Upah Murah, Cek 4 Faktanya

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 320 2487405 heboh-100-pabrik-sepatu-pindah-ke-jawa-tengah-demi-upah-murah-cek-4-faktanya-3zUPichR9q.jpg Industri sepatu migrasi ke Jateng (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pabrik industri sepatu beramai-ramai hijrah lokasi ke Jawa Tengah. Tren ini menjadi pemacu rasa optimistis yang dapat mendongkrak industri tersebut di Jawa Tengah.

Tapi pelaku usaha sepatu mana yang akan pindah dan kenapa? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait pabrik sepatu yang pindah ke Jawa Tengah.

Baca Juga: Kekurangan Bahan Baku, Industri Sepatu Menjerit

1. 100 Pabrik Sepatu Pindah

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 100 pabrik sepatu pindah dari Bekasi dan Tanggerang menuju daerah yang memiliki standar upah regional yang rendah.

Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko mengatakan, dengan perpindahan pabrik tersebut, membuat pengusaha dapat lebih banyak menggaet karyawan baru untuk produksi yang yang lebih.

"Contoh kita lihat di Tanggerang, Bekasi kan UMR-nya kurang lebih sekitar Rp4,3 juta. Kalau kita lihat di Jawa Tengah, itu ada yang Rp1,6 juta, ada yang Rp1,8 juta. Jadi perbedaan dengan jumlah karyawan yang begitu besar itu perbedaannya dengan signifikan," ujarnya

Baca Juga: Industri Manufaktur Kena Covid-19, Ini Dampaknya

2. Selisih Gaji Jadi Andalan

Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarkom menjelaskan, selisih gaji yang jauh dapat menutup biaya operasional yang sebetulnya lebih jauh dari target pasar, dibanding mendirikan pabrik di bekasi atau tanggerang.

"Contoh 1.000 orang saja itu kalau selisihnya (upahnya) Rp1 juta, itu kan kurang lebih kan sekitar Rp1 miliar kita bisa hemat, apalagi kalau karyawannya 10 ribu," jelasnya.

3. Infrastruktur Memadai

Menurut Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko saat ini infrastruktur yang dibangun pemerintah sudah cukup memadai untuk mendukung perjalanan ekspedisi. Sehingga biaya transportasi tetap lebih rendah jika dibandingkan dengan gaji yang dibayarkan.

"Hampir semua pabrik yang pindah itu mengalami kenaikan karyawannya, jadi ini sebetulnya pertanda baik, bahwa dalam waktu 3 sampai 4 tahun kedepan itu justru industry itu akan ada di Jawa Tengah," sambungnya.

4. Pelaku Industri Sepatu Optimistis

Dengan hal tersebut Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko optimistis dapat mendongkrak industri alas kaki kedepannya, yang pada saat ini menargetkan kenaikan 10% sampai akhir tahun jika dibanding tahun sebelumnya.

"Saya kira dengan sisa waktu 3 bulan ekspor kita sekarang ini, malah kita optimis USD5,2 miliar itu bisa tercapai, bahkan kita menghitung itu bisa mencapai USD5,4 miliar, karena kenaikan 4 bulan terakhir ini itu ordernya bukan menurun tetapi bertambah," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini