Wajib Tahu, Ini Cara Menghitung Masa Kerja

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis · Sabtu 16 Oktober 2021 18:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 16 622 2487292 wajib-tahu-ini-cara-menghitung-masa-kerja-VNH97qtU4i.jpg Cara menghitung masa kerja (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Cara menghitung masa kerja adalah pengetahuan wajib para pekerja. Masa kerja dihitung sejak adanya hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja yang telah disepakati oleh kedua pihak. Hal ini juga telah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Undang-Undang Ketenagakerjaan mengatur bahwa perjanjian kerja dibuat secara tertulis dan lisan. Khusus perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), maka perjanjian kerja dibuat secara tertulis,” tulis Kementerian Ketenagakerjaan di akun Instagramnya, dikutip pada Sabtu (16/10/2021).

Baca Juga: 3 Hal yang Dinilai HRD saat Wawancara Kerja

Adapun ketentuan lebih lengkap mengenai penghitungan masa kerja yaitu:

1. Perjanjian Kerja Tertulis

JIka perjanjian kerja dibuat secara tertulis, masa kerja dimulai sejak tanggal yang telah disepakati dalam perjanjian.

Baca Juga: 4 Tips agar Tidak Tegang di Hari Pertama Kerja

2. PKWTT Lisan

Pada perjanjian kerja waktu tak tentu (PKWTT) yang dibuat secara lisan, masa kerja dihitung dari tanggal pekerja/buruh mulai bekerja yang dicantumkan dalam surat pengangkatan dari pengusaha.

3. Masa Percobaan PKWTT

Masa percobaan juga harus dicantumkan dalam PKWTT. Apabila perjanjian dibuat secara lisan, syarat masa percobaan harus diberitahukan pada pekerja/buruh lalu dicantumkan dalam surat pengangkatan.

Jika hal tersebut tidak dilakukan oleh pengusaha, ketentuan masa percobaan dianggap tidak ada. Artinya, masa kerja dihitung sejak pekerja/buruh melakukan pekerjaan.

4. Setelah Masa Percobaan PKWTT

Jika masa percobaan pekerja/buruh telah selesai dan diangkat dalam hubungan kerja PKWTT, masa kerja dihitung sejak pekerja/buruh mulai melakukan pekerjaan pada masa percobaan.

Mengetahui masa kerja penting untuk menjadi acuan dalam penghitungan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja (UPMK), dan besaran tunjangan hari raya (THR). Selain itu, hal ini juga dapat digunakan untuk menentukan kapan pekerja/buruh berhak atas cuti tahunan.

Adapun dasar hukum ketentuan-ketentuan di atas adalah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini