Krisis Utang Evergrande Rp4.000 Triliun, Ini Reaksi Bank Sentral China

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 278 2487549 krisis-utang-evergrande-rp4-000-triliun-ini-reaksi-bank-sentral-china-Ej8pf7AQ6B.jpg Krisis Utang Evergrande (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Sentral China menyatakan, krisis utang Evergrande bisa diatasi.

"Kasus utang Grup Evergrande adalah kasus individual di sektor real estat China, yang umumnya sehat," kata Pejabat Bank Rakyat China / People's Bank of China (PBoC) Zou Lan dalam konferensi dikutip dari Xinhua, Minggu (16/10/2021).

Baca Juga: Kasus Evergrande Gagal Bayar Utang Rp4.000 Triliun Bikin Sri Mulyani Was-Was

Bank Sentral mengklaim sebagian besar bisnis properti China berjalan stabil dengan kinerja keuangan yang positif, tegasnya dalam media pemerintah tersebut.

"Alih-alih beroperasi dengan hati-hati dalam menyikapi perubahan pasar, Evergrande justru terjebak dalam ekspansi sembrono di sejumlah sektor dalam beberapa tahun terakhir. Manajemen yang buruk telah memperburuk kondisi keuangan pengembang, yang mengarah ke risiko," kata Zou.

Dirinya menekankan bahwa pengaruh utang Evergrande terhadap lembaga keuangan lain di dalam negeri secara keseluruhan dapat diatasi.

"Otoritas terkait dan pemerintah daerah sedang berusaha mengurangi risiko yang ditimbulkan dengan pendekatan hukum dan melihat kondisi pasar, serta mendesak Evergrande dalam mempercepat pelepasan aset dan memulai kembali proyek konstruksinya yang sempat dihentikan," katanya.

Seperti diketahui, Grup Evergrande memiliki total utang yang wajib dibayar sebanyak USD300 miliar. Adapun risiko gagal bayar sempat menghantui pasar properti dalam negeri, yang efeknya menjadi perhatian dunia,

Pasar khawatir apakah Evergrande dapat mengatasi masalah keuangan ini, yang oleh sejumlah analis dinilai dapat menjadi krisis global seperti halnya kasus suprimbe mortgage di Amerika Serikat pada 2007-2008 silam.

Baru-baru ini, Evergrande masih terus melewatkan tenggat waktu pembayaran utang pekan ini yang jatuh tempo pada 11 Oktober lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini