Tak Tersentuh Perbankan, Perputaran Uang di Pinjol Tembus Rp260 Triliun

Anggie Ariesta, Jurnalis · Minggu 17 Oktober 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 622 2487480 tak-tersentuh-perbankan-perputaran-uang-di-pinjol-tembus-rp260-triliun-BbXV1W3Tpc.jpg Perputaran Uang di Pinjol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perputaran uang di pinjaman online (pinjol) tembus Rp260 triliun dengan melibatkan 68 juta masyarakat Indonesia.

Angka ini terbilang fantastis dan tidak tersentuh pihak perbankan.

“Bapak Presiden menekankan betul bahwa tata kelola pinjaman online harus diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik mengingat telah ada lebih dari 68 juta rakyat yang mengambil bagian atau mendaftar akun di aktifitas kegiatan financial technology kita,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johny G Plate seperti dikutip, Jakarta, Minggu (17/10/2021).

Menurut data, perputaran uang di pinjol mencapai Rp260 triliun. Namun yang disorot adalah tata kelola hingga bunga yang tinggi.

“Namun demikian mengingat banyak sekali penyalahgunaan dan tindak pidana di dalam ruang pinjaman online, maka bapak Presiden memberikan arahan yang sangat tegas tadi,” katanya.

Arahan tegas Presiden Jokowi terkait pinjol ilegal yaitu:

1. OJK akan melakukan moratorium untuk penerbitan izin fintech atas pinjaman online yang baru dan karenanya Kominfo juga akan melakukan moratorium penyelenggara sistem online untuk penyelenggara sistem elektronik untuk pinjaman online yang baru. Meningkatkan 107 pinjol yang telah terdaftar resmi dalam website di bawah tata kelola OJK.

2. Kominfo sejak tahun 2018 sampai dengan hari ini, 15 Oktober 2021, telah menutup 4.874 akun pinjol. Tahun 2021 saja telah ditutup 1.856 yang tersebar di website, Google Playstore, YouTube dan Instagram serta di file sharing.

“Kami akan mengambil langkah-langkah tegas tanpa kompromi untuk membersihkan ruang digital dari praktek-praktek pinjaman online ilegal atau pinjaman online tidak terdaftar yang dampaknya begitu serius yang tadi disampaikan oleh Bapak Ketua OJK,” katanya.

Menurut Johny, Kapolri akan mengambil langkah-langkah tegas di lapangan, penahanan, penindakan dan proses hukum dengan tegas terhadap tindak pidana pinjaman karena yang terdampak adalah masyarakat kecil khususnya masyarakat dari sektor ultra mikro dan UMKM. “Kami tidak akan membuka ruang dan kompromi untuk itu,” tegasnya.

Kominfo sendiri telah membentuk forum ekonomi digital yang secara berkala mengadakan pertemuan untuk membicarakan, peningkatan dan pemutakhiran ruang-ruang digital dan transaksi ekonomi digital termasuk terkait pinjol dan penangkalan pinjol yang tidak terdaftar atau ilegal.

“Sekali lagi Kominfo akan membersihkan ruang digitalnya, melakukan proses take down secara tegas dan cepat disaat bersamaan penegakan hukum dalam hal ini Kepolisian akan mengambil langkah tegas dalam semua tindak pidana pinjaman online yang tidak terdaftar,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini