Mau Coba Investasi Saham dan Reksadana? Coba Pilih 2 Strategi Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 278 2488023 mau-coba-investasi-saham-dan-reksadana-coba-pilih-2-strategi-ini-ZQ4PX0KeCT.jpg Tips Memulai Investasi saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Investasi saham dan reksadana bisa menjadi pilihan. Namun, investor pemula harus berhati-hati dalam berinvestasi.

Investor perlu memahami beberapa strategi untuk bisa meminimalisir risiko kerugian dalam investasi.

Dikutip dari IDX 1st Session Closing, Senin (18/10/2021), Analis MNC Sekuritas, Tirta Widi Gilang Citradi mengatakan, dua pilihan strategi bisa digunakan investor dalam berinvestasi saham maupun reksa dana.

Baca Juga: Mulai Besok! Buka Rekening di MotionTrade Dapat e-Voucher Gratis, Begini Caranya

Strategi dollar cost averaging (DCA) bisa dipilih saat kondisi ekonomi sudah mulai normal dengan mempertimbangkan momentum waktu dan harga.

Di sisi lain, Tirta mengimbau saat kondisi market sedang koreksi investor dapat memilih strategi lump sum. Strategi ini sebutkan cocok bagi investor yang agresif mengejar keuntungan dengan risiko yang tinggi. Strategi lump sum adalah transaksi saat kondisi market koreksi agar investor bisa membeli dalam jumlah banyak dan menunggu harga kembali rebound.

Baca Juga: Jumlah Investor Pasar Modal Nyaris 3 Juta

"Jadi, lump sum itu kurang lebih kita langsung beli banyak di depan, kalau dollar cost averaging itu berarti kita belinya secara mencicil atau berkala kurang lebih seperti itu," ujar Tirta.

Menurutnya, dua strategi ini bisa dikombinasikan, dimana terutama yang dilihat terkait dengan momentum. Dia mencontohkan saat tahun 2020 dimana market mengalami koreksi besar-besaran dan IHSG sempat drop sampai 40% lebih.

"Nah disitu mungkin bagi investor yang agresif dia bisa aja langsung beli saham atau reksa dana dengan lump sum besar-besaran karena market nanti akan rebound setelah itu," kata dia.

Tirta menambahkan, dalam berinvestasi reksa dana, investor harus menyesuaikan risiko memilih manajer investasi dengan melihat track record dan dana kelola yang dimiliki. Selain itu memperhatikan fundamental reksa dana yang dipilih juga menjadi hal yang penting.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini