Dikabarkan Akuisisi Bank Kecil, Harga Saham BNI (BBNI) Meroket ke Rp7.000

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 14:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 18 278 2488025 dikabarkan-akuisisi-bank-kecil-harga-saham-bni-bbni-meroket-ke-rp7-000-TEAqlLtMOG.jpg Saham BNI Menguat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melesat ke level Rp7.000 per lembar saham pada penutupan perdagangan sesi I hari ini.

Kenaikan harga saham BBNI terjadi di tengah adanya kabar bahwa BBNI akan mengakuisisi bank kecil untuk mengembangkan bank digital.

Dilihat melalui RTI, Jakarta, Senin (18/10/2021), saham BBNI naik Rp250 atau 3,70 persen ke Rp7.000 per saham, dengan 62,59 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi perdagangan mencapai Rp433,57 miliar, dan market cap Rp130,54 triliun.

Tidak hanya itu, investor asing juga mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp40,66 miliar di pasar reguler.

Selama sebulan terakhir, saham BBNI mengalami kebaikan 35,92 persen, secara year to date juga naik 13,36 persen, dan dalam setahun terakhir saham BBNI naik 54,19 persen.

Kenaikan harga saham BBNI turut dikaitkan dengan beredarnya isu pengembangan transformasi digital yang akan dilakukan perbankan plat merah ini dengan cara mengakuisisi bank kecil, dan disebut akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Sebelumnya, pada paparan kinerja II 2021, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar menyebut bahwa Perseroan memiliki image digital seiring transformasi digital yang dilakukan, sehingga salah satu strategi yang berjalan yaitu menjadi digital bank.

Meskipun tidak menjelaskan secara rinci perihal rencana tersebut, Royke menyebut BNI telah melakukan berbagai kajian dan mempersiapkan kriteria tertentu untuk mewujudkan hal tersebut, dimana salah satunya kriteria terpenting adalah pemanfaatan teknologi yang cepat dan agile untuk mengembangkan produk dan layanan yang customer centric.

Sekadar informasi, seorang narasumber di Kantor Kementerian BUMN menyebutkan bahwa manajemen BBNI sudah mengatakan siap membidik bank yang masih berada di Bank Umum berdasarkan Kegiatan Usaha (BUKU) I atau II sebelum peraturan OJK terkait penggolongan bank berubah menjadi kelompok bank modal inti (KBMI) 4.

Pejabat Kementerian BUMN yang mengetahui proses akuisisi tersebut mengatakan, Bank BNI juga akan menggandeng fintech company sehingga dapat ditebak arah BNI mungkin akan membentuk usaha bank digital.

Lewat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 12 dan 13 tahun 2021, OJK telah memberikan payung hukum yang jelas untuk industri perbankan. OJK mendorong bank untuk terus memperkuat permodalannya. Akibat adanya aturan baru tersebut, bank diminta untuk memiliki modal inti minimum Rp3 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini