Wih! Klub Liga 1 Mau Masuk Pasar Modal Lepas 30% Saham ke Publik, Valuasinya Rp1,2 Triliun

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 278 2488510 wih-klub-liga-1-mau-masuk-pasar-modal-lepas-30-saham-ke-publik-valuasinya-rp1-2-triliun-lpPBt22wjZ.jpg Klub Liga I Bakal Melantai di Bursa (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA – Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal terus tumbuh dan hal ini dirasakan langsung PT Satu Global Investama (SGI), perusahaan financial advisor dan investment yang membiayai Pre-Initial Public Offering (IPO) financing sampai listing. 

Bahkan saat ini, perseroan tengah merampungkan persiapan salah satu klub sepak bola Liga 1 untuk dapat melantai di bursa saham Indonesia pada kuartal IV-2021. Hal ini merupakan realisasi dari rencana perusahaan dalam mendukung kemajuan industri sepak bola di Indonesia.

CEO & Co-Founder Satu Global Investama Calvin Lutvi mengungkapkan, klub sepak bola ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan memiliki prestasi serta suporter yang banyak.

Baca Juga: Emiten Perbankan Ramai-Ramai Gelar Aksi Korporasi, Investor Harus Apa?

“Untuk rencana IPO klub akan melepas saham sebesar 25-30% saham ke publik, di mana nilai valuasi klub mencapai Rp 1,2 triliun. Kami meyakini publik akan menyambut baik rencana klub melantai di bursa saham, terlebih kompetisi Liga 1 telah dimulai sejak bulan Agustus 2021 dan masyarakat sangat antusias serta sudah dapat menikmati pertandingan sepak bola Liga 1 Indonesia. Karena kita tahu, olahraga sepak bola sangat digemari oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Selasa (19/10/2021).

Calvin masih tutup mulut soal nama klub yang ditangani SGI. Namun sebelumnya, dikabarkan PT Persis Solo Saestu (PSS) yang dikelola oleh Erick Thohir dan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, akan menggelar IPO saham. Apalagi, Direktur Utama Persis Solo Saestu Kaesang Pangarep menyatakan bahwa dirinya memiliki mimpi besar bahwa Persis Solo melantai di bursa saham.

Berdasarkan survei yang dirilis oleh Nielsen pada bulan September tahun 2020, olahraga sepak bola menempati urutan kedua sebagai olahraga terpopuler di Indonesia, yaitu sebanyak 68% masyarakat Indonesia menggemari sepak bola. Di peringkat pertama ditempati oleh bulu tangkis sebesar 71%.

Baca Juga: Meleset dari Target, Pratama Widya Pangkas Kontrak Jadi Rp252 Miliar

Hal ini diimbangi dengan data yang dikeluarkan oleh Global Football Digital Benchmark 2020, di mana terdapat enam klub sepak bola Liga 1 Indonesia yang memiliki pengikut terbanyak di sosial media.

Menurut Calvin, dengan antusiasme yang tinggi serta penggemar dengan jumlah sangat banyak, tentunya peningkatan kualitas sepak bola di Indonesia menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.

“Klub sepak bola Liga 1 yang akan kami bawa IPO ini memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas klub agar dapat terus bersaing di puncak klasemen Liga Indonesia. Adapun penggunaan dana dari hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan utama klub, yaitu renovasi stadion & training centre, membeli pemain-pemain terbaik yang memiliki potensi besar, membangun mes pemain, serta membuka outlet-outlet merchandise di beberapa kota.” kata Calvin.

Asal tahu saja, klub sepak bola yang menjadi public listed company akan memiliki banyak keuntungan yang, di antaranya mendapatkan pendanaan dari publik, mendapatkan insentif penurunan tarif pajak PPh Badan sebesar 3%, jika porsi kepemilikan publik lebih dari 40%.

Selanjutnya akan meningkatkan exposure dari media, analis, investor, dan pihak-pihak lainnya. Selain itu akan meningkatkan profitabilitas atau efisiensi, serta memperkuat tata kelola perusahaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini