Soal Pangan, Erick Thohir: Kita Negara Agraris tapi Impor Terus

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488458 soal-pangan-erick-thohir-kita-negara-agraris-tapi-impor-terus-xK2p6oVe7k.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyinggung persoalan impor pangan hingga kesejahteraan para pekerja di sektor tersebut.

Menurutnya ada beberapa catatan yang diberikan Erick kepada Dewan Direksi dan Komisaris BUMN di klaster pangan, khususnya PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI yang nantinya menjadi induk Holding BUMN Pangan.

Di mana Indonesia sebagai negara agraris yang seyogyanya menjadi ekosistem atau lumbung pangan dunia. Akan tetapi kondisi saat ini justru memperlihatkan Indonesia kerap melakukan impor pangan.

Baca Juga: Beri Waktu 1 Tahun, Erick Thohir Bakal Rombak Direksi-Komisaris BUMN Klaster Pangan

Langkah itu, kata dia, hanya akan menjadikan pekerja industri, petani, peternak, hingga perkebunan sebagai objek pembangunan saja. Padahal, kelompok tersebut seharusnya menjadi subjek dalam rantai pasok pangan.

"Kenapa pangan ini sangat kompleks, kita negara agraris tapi impor terus. Kita bicara keberpihakan kepada petani, peternak, pekerja perkebunan, itu hanya objek. Bukan subjek yang harus dibenahi, tapi hanya objek," ujar Erick, Selasa (19/10/2021).

Bahkan, dia mengingatkan 30 persen dari total tenaga kerja di Indonesia berasal dari industri pangan. Dari hitungannya, ekosistem pangan nasional ikut menentukan tingkat kesejahteraan para buruh tersebut.

Baca Juga: Indonesia Juara Piala Thomas, Erick Thohir: Dahaga 19 Tahun Akhirnya Terhapus

Artinya, jika ekosistem pangan nasional tidak dibenahi secara tepat dan menyeluruh, termasuk impor pangan dilakukan secara agresif, justru membuat pekerja menjadi miskin.

"Padahal tenaga kerja daripada pangan secara menyeluruh, ini saya tidak bicara retailnya, itu mungkin 30% dari total tenaga kerja di Indonesia. Kalau 30% ini miskin, kita sebagai memegang amanah sangat berdosa," katanya.

Tak segan-segan Erick mengutarakan akan menggantikan Dewan Direksi dan Komisaris BUMN di sektor pangan, bila selama satu tahun ke depan ekosistem pangan dalam negeri tidak mengalami transformasi secara signifikan.

"Saya akan sangat serius memantau pangan selama 1 tahun kedepan dan mohon maaf yang tidak ikut transformasi, patinya pasti saya bongkar, patu saya ganti," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini