4 Jurus SKK Migas Mereduksi Emisi Karbon

Antara, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488549 4-jurus-skk-migas-mereduksi-emisi-karbon-a6bkaJN3Rl.jpg SKK Migas siapkan strategi untuk emisi karbon (Foto: Reuters)

JAKARTA - SKK Migas menyiapkan empat strategi untuk mereduksi emisi karbon dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan jurus yang pertama adalah strategi zero flare.

"Kalau di ladang-ladang minyak kelihatan ada api, itu kami harus buat menjadi zero," kata Dwi, Selasa (19/10/2021).

Flare adalah gas yang dihasilkan oleh kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang dibakar secara kontinyu maupun yang tidak kontinyu karena tidak dapat ditangani oleh fasilitas produksi atau pengolahan yang tersedia, atau belum bisa terjual secara ekonomis.

Baca Juga: Pemakaian Produk Lokal di Hulu Migas Tembus Rp39 Triliun

SKK Migas telah menyampaikan kepada para pengelola lapangan migas untuk menghentikan pemanfaatan flare karena kegiatan itu melepas emisi ke udara, lalu menggunakannya untuk kegiatan ekonomi dan sosial mulai dari jaringan gas rumah tangga hingga pemanas air.

Saat ini, pemanfaatan flare telah memberikan kontribusi bagi perusahaan migas, seperti Pertamina EP yang dapat menghemat biaya bahan bakar sebesar 66,8%. Sedangkan pemanfaatan flare di Premier Oil dapat menambah 0,65 MMSCFD penjualan gas.

Baca Juga: Penerimaan Negara dari Hulu Migas Rp125 Triliun

Strategi kedua adalah pengurangan emisi melalui teknologi enhanced oil recovery (EOR) dengan melakukan injeksi karbon dioksida pada lapangan migas.

"Kalau kita ambil gas bumi seringkali gas itu mengandung karbon dioksida. Kalau dulu gas itu dilepas, nanti kami akan proses CO2 itu tidak dilepas tapi diinjeksikan ke dalam," ujar Dwi.

Strategi ketiga, SKK Migas akan mendesain tempat penangkapan, utilisasi, dan penyimpanan karbon yang bernama carbon capture, utilization, and storage (CCUS).

Saat ini, SKK Migas telah menyetujui pembangunan CCUS dalam proyek gas alam cair BP Tangguh di Papua, Abadi Masela di Maluku, dan Exxonmobil Cepu di Jawa Timur.

Dwi mengungkapkan bahwa proyek pembangunan CCUS akan meningkatkan jumlah investasi di hulu migas.

Strategi keempat dilakukan melalui penghijauan daerah aliran sungai hingga hutan kota. SKK Migas berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk merehabilitasi daerah aliran sungai seluas 9.441 hektare pada tahun ini.

Program rehabilitasi tersebut memberdayakan masyarakat sekitar, kontraktor lokal, dan melibatkan kelompok tani hutan konservasi yang telah memenuhi standar pengadaan barang dan jasa industri hulu migas.

SKK Migas juga meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menanam pohon di wilayah kerja mereka secara masif melalui program pengembangan dengan luas lahan penghijauan yang melibatkan masyarakat telah mencapai 863,73 hektare.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini