Suku Bunga Kredit Perbankan Turun Seiring Tingginya Mobilitas Masyarakat

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488633 suku-bunga-kredit-perbankan-turun-seiring-tingginya-mobilitas-masyarakat-BB1Px0dxMx.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Suku bunga BI tetap rendah dan likuiditas perbankan, mendorong suku bunga kredit bank terus menurun walaupun masih terbatas.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pasar uang dan pasar dana, suku bunga PUAB overnight dan suku bunga deposito 1 bulan perbankan telah menurun, masing-masing sebesar 50 bps dan 171 bps sejak September 2020 menjadi 2,80% dan 3,28% pada September 2021.

Baca Juga: Ekonomi RI Pulih, Tren Restrukturisasi Kredit Bank Melandai

"Di pasar kredit, penurunan SBDK perbankan terus berlanjut, diikuti penurunan suku bunga kredit baru. Aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang meningkat mendorong perbaikan persepsi risiko perbankan, sehingga berdampak posistif bagi penurunan suku bunga kredit baru," ujar Perry di Jakarta, Selasa(19/10/2021).

Bank Indonesia tetap mengharapkan perbankan untuk terus melanjutkan penurunan suku bunga kredit sebagai bagian dari upaya bersama untuk mendorong kredit kepada dunia usaha.

Baca Juga: 4 Aturan Restrukturisasi Kredit, Cek Syarat yang Layak Dapat Keringanan

Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan fungsi intermediasi perbankan mengalami perbaikan secara bertahap. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan Agustus 2021 tetap tinggi sebesar 24,38%, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) tetap terjaga, yakni 3,35% (bruto) dan 1,08% (neto).

"Intermediasi perbankan melanjutkan pertumbuhan positif yaitu sebesar 2,21% (yoy) pada September 2021. Permintaan kredit membaik, terutama dari dunia usaha dan konsumsi sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat," tambahnya.

Dari sisi penawaran, standar penyaluran kredit oleh perbankan melonggar seiring dengan menurunnya persepsi risiko, di samping sangat longgarnya likuiditas dan penurunan suku bunga kredit baru.

"Seluruh kelompok penggunaan kredit telah tumbuh positif, terutama Kredit Konsumsi dan Kredit Modal Kerja. Kenaikan kredit yang lebih tinggi tercatat pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yaitu sebesar 8,67% pada September 2021," terang Perry.

Demikian pula, pertumbuhan kredit UMKM meningkat menjadi sebesar 2,97% (yoy), menunjukkan perbaikan lebih lanjut dunia usaha pada sektor UMKM.

"Bank Indonesia akan terus melanjutkan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong peningkatan kredit perbankan. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit pada 2021 diprakirakan pada kisaran 4%-6% dan pertumbuhan DPK pada kisaran 7%-9%," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini