4 Fakta Penerima Kartu Prakerja Gelombang 21 Wajib Beli Pelatihan, Sanksinya Bisa 'Dipecat'

Ahmad Hudayanto, Jurnalis · Selasa 19 Oktober 2021 20:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 19 320 2488666 4-fakta-penerima-kartu-prakerja-gelombang-21-wajib-beli-pelatihan-sanksinya-bisa-dipecat-sqpyXtU9Th.jpg Kartu Prakerja (Foto: Okezone)

JAKARTA – Penerima Kartu Prakerja Gelombang 21 diwajibkan membeli pelatihan pertama sebelum batas waktu yang ditetapkan.

Apabila penerima Kartu Prakerja tidak atau belum membeli pelatihan maka akan dikenakan sanksi yang telah ditetapkan.

Berikut fakta mengenai penerima Kartu Prakerja Gelombang 21 wajib beli pelatihan yang dirangkum Okezone, Selasa (19/20/2021).

1. Batas Akhir Pembelian Pelatihan

Batas pembelian pelatihan pertama Kartu Prakerja Gelombang 21 hingga Kamis 21 Oktober 2021.

“Bagi Sobat Prakerja yang sudah lolos Gelombang 21 namun belum membeli pelatihan pertama, segera beli pelatihan pertamamu sekarang juga! Batas akhir pembelian pelatihan pertama bagi penerima Kartu Prakerja Gelombang 21 adalah 21 Oktober 2021 pukul 23.59 WIB,” tulis akun Instagram resmi Prakerja @prakerja.go.id, Jakarta, Selasa (19/10/2021).

2. Dicabut Kepesertaan Kartu Prakerja

Jika peserta yang sudah lolos seleksi Kartu Prakerja gelombang 21 tidak membeli pelatihan pertama, maka kepesertaan dalam program Kartu Prakerja akan dicabut dan tidak mendapatkan insentif.

“Bila Sobat tidak membeli pelatihan pertama sampai pada batas akhir, maka kepesertaan Sobat dalam program Kartu Prakerja akan dicabut dan tidak akan menerima insentif," tulis manajemen Kartu Prakerja.

3. Diblacklist dan Tidak Bisa Mengikuti Seleksi Lagi

Selain itu, peserta yang di-blacklist juga tidak dapat mengikuti proses seleksi kembali.

“Setelah kepesertaan dicabut, Sobat tidak bisa ikut seleksi gelombang lagi,” tulis manajemen Prakerja.

4. Terima Bantuan Rp3.550.000

Diketahui, bagi peserta yang lolos seleksi akan menerima bantuan sebesar Rp3.550.000. Namun, bantuan sebesar Rp1.000.000 hanya bisa digunakan untuk membeli pelatihan.

Selain itu, peserta yang lolos juga akan menerima insentif pasca pelatihan sebesar Rp2.400.000, yang akan diberikan Rp600.000 selama empat kali. Terakhir, ada juga dana insentif pengisian tiga survei sebesar Rp150.000 yang akan dibayarkan Rp50.000 per survei.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini