IHSG Diproyeksi Tembus 6.700, Investor Waspadai Sentimen Ini

Anggie Ariesta, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 12:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 278 2489014 ihsg-diproyeksi-tembus-6-700-investor-waspadai-sentimen-ini-FejLXjUHV0.jpg Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi menguat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mencetak rekor lagi pada pekan ini. Di mana pada pekan lalu IHSG tercatat berhasil melonjak ke level psikologisnya di 6.600.

Bahkan, IHSG nyaris menyentuh level all time high yang terjadi tahun 2018 silam, yakni di level 6.689.Teknikal Analis NH Korindo Sekuritas Dimas Pratama mengatakan, tren kenaikan IHSG bakal terus berlanjut dan bisa menembus level 6.700.

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga, IHSG Melemah 2 Poin ke Level 6.655

“Pergerakan IHSG jika dilihat secara teknikal masih strong bullish di level 6.700. Mungkin data dari perlambatan ekonomi China yang kemarin terganggu GDPnya dan mungkin akibat lockdown di Amerika, nah itu yang perlu dicermati investor,” katanya dalam 2nd Closing Market IDX, dikutip Rabu (20/10/2021).

Lebih lanjut Dimas melihat dengan kenaikan tren IHSG yang terus melonjak, investor bisa memilih saham perbankan.

“Perbankan bagus ya mungkin cuma perlu waktu,” kata dia.

Baca Juga: Tak Bertenaga, IHSG Sesi I Ditutup Lesu ke Level 6.628

Rekomendasi saham dari NH Korindo Sekuritas antara lain BBNI 7.000-8.100 posisi BUY, LPPF 303 dengan SOS, BEBS di 1.900-2.100 dengan BUY, SIDO di 850-950 juga BUY.

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berhasil melesat 2,34% ke posisi 6.633,34 selama sepekan lalu (11-15 Oktober) dengan total nilai transaksi mencapai Rp87,26 triliun.

Sedangkan beberapa sentimen positif yang mewarnai IHSG selama sepekan lalu cukup bervariasi baik itu dari global maupun domestik.

Sentimen global masih didominasi oleh pulihnya bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dan krisis energi yang membuat tentunya saham-saham batu bara di RI turut 'kecipratan' berkah dari melonjaknya harga batu bara.

Selain dari global, sentimen positif juga datang dari dalam negeri, di mana melandainya kasus virus corona (Covid-19) nasional ikut menjadi katalis positif bagi IHSG pada pekan ini.

Kemudian sentimen positif lainnya yang juga menjadi penopang melesatnya IHSG adalah data neraca perdagangan RI yang kembali mencatatkan surplus pada September 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada September 2021 tercatat surplus sebesar USD4,37 miliar.

Surplus neraca dagang didorong oleh peningkatan ekspor yang mencapai 47,64% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu impor juga tercatat tumbuh 40,31% (yoy) di waktu yang sama.

Setidaknya pasar keuangan domestik sedang kompak menguat minggu lalu. Untuk pekan ini investor perlu mencermati beberapa sentimen yang datang baik dari dalam maupun luar negeri.

Isu global yang layak diperhatikan lainnya memang datang dari China soal Evergrande. Menurut pejabat bank sentral China (PBoC), krisis utang Evergrande sebagai salah satu pengembang properti terbesar Negeri Panda terhadap industri perbankannya masih 'manageable'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini