IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Asia, Waspada Gelombang Baru Covid-19!

Antara, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 320 2489059 imf-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-asia-waspada-gelombang-baru-covid-19-mxhOorO9lt.jpg IMF pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk Asia. IMF juga memperingatkan bahwa gelombang baru infeksi Covid-19, gangguan rantai pasokan, dan tekanan inflasi menimbulkan risiko penurunan pada prospek.

Ekonomi China akan tumbuh 8,0% tahun ini dan 5,6% pada 2022, tetapi pemulihan tetap "tidak seimbang" karena wabah virus corona yang berulang dan pengetatan fiskal membebani konsumsi, kata IMF.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Bank Dunia dan IMF Lakukan Ini

IMF mengingatkan setiap "normalisasi kebijakan yang tidak tepat waktu atau komunikasi kebijakan yang disalahartikan" oleh Federal Reserve AS, juga dapat memicu arus keluar modal yang signifikan dan biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk negara-negara berkembang Asia.

Dalam laporan prospek regionalnya, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini untuk Asia menjadi 6,5%, turun 1,1 poin persentase dari proyeksi yang dibuat pada April, karena lonjakan kasus varian Delta memukul konsumsi dan produksi pabrik.

Baca Juga: Top! Sri Mulyani Beri Tugas ke Bank Dunia dan IMF

"Kebangkitan kembali pandemi, di tengah tingkat vaksinasi yang awalnya rendah, memperlambat pemulihan di kawasan Asia Pasifik, terutama di pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang," kata Changyong Rhee, direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF pada konferensi pers virtual.

IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan Asia untuk 2022 menjadi 5,7% dari perkiraan 5,3% pada April, yang mencerminkan kemajuan dalam vaksinasi.

Mencatat bahwa Asia Pasifik tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Rhee mengatakan saat tingkat vaksinasi meningkat, kawasan ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,9% pada 2022, 0,4 poin persentase lebih cepat dari yang diproyeksikan pada April.

"Meskipun Asia dan Pasifik tetap menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, perbedaan antara ekonomi-ekonomi maju dan ekonomi-ekonomi emerging markets dan ekonomi berkembang semakin dalam," kata laporan itu.

Ekonomi China mencapai laju pertumbuhan paling lambat dalam satu tahun pada kuartal ketiga, menyoroti tantangan yang dihadapi pembuat kebijakan saat mereka berusaha menopang pemulihan yang goyah sambil mengekang sektor real estat.

India diperkirakan akan tumbuh 9,5% tahun ini, sementara negara-negara maju seperti Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, dan Taiwan mendapat manfaat dari ledakan teknologi dan komoditas tinggi, kata IMF.

Tetapi, negara-negara Asean-5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) masih menghadapi "tantangan berat" dari kebangkitan Covid dan kelemahan dalam konsumsi jasa-jasa.

Sementara ekspektasi inflasi "secara umum mengakar lebih dalam" di Asia, harga-harga komoditas dan biaya pengiriman yang lebih tinggi, ditambah dengan gangguan yang berkelanjutan pada rantai nilai global, memperkuat kekhawatiran atas inflasi yang berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini