Berburu Harta Karun di Indonesia, Misteri Peninggalan Soekarno Terungkap?

Tika Vidya Utami, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 320 2489145 berburu-harta-karun-di-indonesia-misteri-peninggalan-soekarno-terungkap-Yz4oa2ZZdl.jpg Berburu Harta Karun di Indonesia (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ada banyak sekali harta karun di Indonesia. Perburuan harta karun pun dilakukan, bahkan untuk mengungkap misteri harta karun Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Apakah terungkap?

Harta karun itu berasal dari sejarah panjang di masa lalu, Mulai dari peninggalan kerajaan hingga peninggalan para penjajah. Konon, nilainya pun mencengangkan sehingga mendorong aksi-aksi perburuan.

Namun, upaya perburuan harta karun yang dilakukan tidak semulus yang dibayangkan. Banyak kendala yang dihadapi. Hasilnya tidak ada. Beberapa harta karun yang diburu tersebut pada akhirnya disebut hanya mitos, tidak benar-benar ada. Namun, masih ada saja yang menganggapnya ada.

Baca Juga: Lelang Harta Karun Cirebon Rp720 Miliar, Ada Piring Rp27 Miliar

Berikut kisah perburuan harta karun terpendam di Indonesia seperti dirangkum, Jakarta, Rabu (20/10/2021).

1. Harta Karun Belanda di Gunung Salak

Gunung Salak selain dikenal karena cerita mistisnya, gunung ini diduga menyimpan harta karun Belanda. Pada 1942, ketika itu terdapat saudagar dan pasukan Belanda yang mengalami ketakutan apabila hartanya dirampas oleh pasukan Jepang yang masuk ke Indonesia.

Supaya hartanya tidak diambil, saudagar dan pasukan Belanda itu menguburkan harta karunnya di Gunung Salak. Mereka membuat penunjuk arah untuk menemukannya ketika datang kembali ke Indonesia.

Namun, ketika Jepang kalah dan Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya, maka Belanda tidak masuk lagi ke Indonesia.

Kabar harta karun yang tertimbun di Gunung Salak sempat menghebohkan warga sekitar. Namun, meski sudah dicari, hingga saat ini harta karun tersebut belum ditemukan.

2. Harta Karun Emas Yamashita

Harta karun emas Yamasita merupakan rampasan perang yang dikumpulkan oleh tentara Jepang di Asia Tenggara pada masa Perang Dunia II. Jenderal Tomoyuki Yamasita selain ditugaskan untuk berperang, juga diperintahkan mengumpulkan sebanyak mungkin emas dari negara-negara jajahan.

Sejak tahun 1943, harta rampasan ini tidak dapat dikirim ke Jepang karena sudah kalah di laut. Pada 1945, Pangeran Yasuhito, Jenderal Yamashita dan beberapa pejabat lain meledakkan terowongan dan gua untuk menutup timbunan emas.

Menurut kabar yang beredar, terdapat 6.000 ton emas dan jumlah harta lainnya. Harta karun Yamashita ini masih menjadi misteri. Banyak pemburu harta karun yang mencoba menemukannya.

Seorang bernama Rogelio Roxas mengklaim pernah menemukan patung Buddha dari berlian dan emas murni dari terowongan Jepang di Filipina. Dia menduga penemuan ini baru sebagian kecil dari emas Yamashita.

Namun peneliti dari Universitas Filipina, Profesor Rico Jose mempertanyakan harta karun Yamashita ini. Menurutnya, harta karun Yamashita hanyalah sebuah mitos.

3. Harta Karun Batutulis Bogor

Saat Megawati menjabat sebagai Presiden, pernah dilakukan penggalian harta karun di Batutulis Bogor. Megawati menujuk langsung Menteri Agama (Menag) Said Agil Husin Al Munawar pada Agustus 2002 untuk memimpin langsung pencarian harta karun tersebut.

Menag saat itu mengaku mendapat mimpi atas peninggalan harta karun tersebut. Ada seseorang yang datang kepadanya menyebutkan di bawah tanah wilayah Batu Tulis terkubur harta karun peninggalan Prabu Siliwangi. Nilainya diperkirakan cukup untuk membayar utang negara.

Namun setelah dilakukan penggalian, tidak ada harta karun yang ditemukan. Ketika proses penggalian dilakukan juga terjadi angin kencang di sekitar wilayah tersebut.

Tak hanya itu, penggalian tersebut juga sempat menuai protes dari warga. Said Agil saat itu akhirnya meminta penggalian harta karun di Batu Tulis, Bogor, ditutup karena terlalu banyak orang yang menyebarkan lebih dulu. Selain itu, ada pihak-pihak yang tidak ikhlas memberikannya kepada negara. Namun, dia tidak menyebutkan identitas orang tersebut.

4. Mitos Harta Karun Soekarno di Bone

Harta karun yang diduga peninggalan Presiden Soekarno menggegerkan warga Bone, Sulawesi Selatan. Harta karun tersebut ditemukan di kebun milik Kepala Desa Pinceng, Pute, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sudirman, pada November 2019.

Menurut Kasat Intelkam Polres Bone AKP Surahman, harta karun yang diduga peninggalan Soekarno tersebut tidak mengandung logam mulia. Yang ditemukan saat itu hanya besi titanium kuningan.

Polisi juga mendapat keterangan bahwa yang ditemukan di kebun milik Sudirman bukanlah harta kartun peninggalan Soekarno. Besi titanium kuningan tersebut juga bukan didapat dari wangsit atau mimpi melainkan koleksi pribadi milik Sudirman dan temannya.

Sudirman mengaku kepada polisi ditemukannya harta karun Soekarno di kebun miliknya memang sengaja dibuat untuk mendongkrak harga lahan miliknya. Meski begitu, mitos harta karun Soekarno ini masih kerap dibahas dan membuat para pemburu harta penasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini