Walini Ditunda, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Cuma Ada 4 Stasiun

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 320 2489174 walini-ditunda-kereta-cepat-jakarta-bandung-cuma-ada-4-stasiun-kGndg90saU.png Stasiun Kereta (Foto: Instagram KAI)

JAKARTA - Stasiun yang dilewati proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung hanya menjadi empat.

Hal ini setelah PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membatalkan sementara proyek pembangunan stasiun Walini.

Corporate Secretary KCIC Mirza Soraya mengatakan, dengan dipangkasnya stasiun Walini untuk sementara waktu hanya akan ada empat stasiun dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer.

"Jalur keberangkatan dan kedatangan KCJB hanya terdapat di Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Sebagai informasi, Walini merupakan kawasan yang didominasi perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII. Pada masa kolonial Belanda, kawasan Walini dimanfaatkan sebagai areal perkebunan teh dan wisata alam agrowisata. Terdapat beberapa merek teh yang dihasilkan dari perkebunan di kawasan ini, seperti Teh Walini, Gunung Mas dan Goalpara.

Lebih lanjut Mirza memaparkan, progres pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung hingga saat ini sudah mencapai 79 persen. KCIC menargetkan proyeknya tersebut rampung pada akhir 2022 dan bisa beroperasi pada 2023. Sekarang ini, dia bilang, konsorsium kontraktor sedang mempercepat pembangunan di 237 titik konstruksi.

“Pandemi cukup memberikan dampak pada proses pembangunan KCJB. Untuk itu sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Adapun titik-titik konstruksi yang menjadi prioritas KCIC ke depan, antara lain penyelesaian pengeboran 3 tunnel yang tersisa dari 13 tunnel yang ada di jalur KCJB.

Ketiga tunnel prioritas itu adalah tunnel 2 di Jatiluhur, Purwakarta sepanjang 1.040 meter dengan progress 64,60 persen. Kemudian tunnel 4 di Plered, Purwakarta sepanjang 1.315 meter dengan progress 80,22 persen dan tunnel 6 di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat sepanjang 4.478 meter dengan progress 94,17 persen.

"Selain itu, PT KCIC juga akan menyelesaikan relokasi SUTT PLN dan erection girder untuk konstruksi elevated track, terutama yang berada di DK 134 dan DK 134 di daerah Batununggal, Bandung, Jawa Barat," lanjut Mirza.

Di samping pengerjaan pembangunan konstruksi jalur kereta cepat, KCIC juga mempercepat pembangunan untuk stasiun Halim, Karawang, dan Tegalluar.

"Saat ini, pengerjaan di tiga stasiun KCJB di Halim, Karawang, dan Tegalluar juga sedang kami kebut agar segera siap menyambut para penumpang sesuai target di akhir 2022," katanya.

Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi menyebut, PT KCIC akan menyelesaikan relokasi SUTT PLN dan erection girder untuk konstruksi elevated track, terutama yang berada di DK 134 dan DK 134 di daerah Batununggal, Bandung, Jawa Barat.

Tak hanya itu, Dwiyana bilang, jika saat ini pekerjaan subgrade 18#, 19#, dan 20# yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu titik konstruksi yang dikebut pengerjaannya.

"Untuk operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT KCIC dengan kementerian terkait saat ini sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan. Di sisi lain, dilakukan juga pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness," jelasnya.

Sebelumnya, stasiun Walini digadang-gadang akan menjadi daerah Transit Oriented Development (TOD) jalur kereta cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang ditargetkan akan selesai pada akhir 2022.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini