Efisiensi Anggaran, Jadi Alasan Pembangunan Stasiun Kereta Cepat Walini Ditunda

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 320 2489240 efisiensi-anggaran-jadi-alasan-pembangunan-stasiun-kereta-cepat-walini-ditunda-SyYJZR1sNA.jpg Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Foto: MPI)

JAKARTA - Alasan penundaan pembangunan stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Walini.

Perlu diingat, pembangunan stasiun Walini hanya ditunda sementara dan bukan dibatalkan.

"Perlu kami luruskan jika yang terjadi adalah penundaan, bukan pembatalan. Sehingga pembangunannya akan dilanjutkan di fase berikutnya," kata Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Rabu (20/10/2021).

Saat ini beredar kabar pembangunan stasiun yang dibangun di kawasan perbukitan itu dibatalkan. Namun, hal tersebut langsung dibantah oleh pihak KCIC.

Pembangunan stasiun Walini dihentikan sementara waktu bukan karena pembengkakan biaya, melainkan KCIC mendorong semangat efisiensi yang di mana pihaknya tengah berupaya mengembalikan anggaran ke anggaran dasar.

"Salah satu pertimbangan dilakukan penundaan adalah semangat efisiensi yang sedang kami lakukan. Saat ini kami sedang berupaya mengembalikan anggaran ke initial budget atau anggaran dasar," katanya.

Selain itu, potensi penumpang menuju stasiun Walini diprediksi tidak cukup besar, mengingat pengembangan di area kawasan Walini masih relatif rendah.

Sebagai informasi Walini merupakan kawasan yang didominasi perkebunan teh. Terdapat beberapa merek teh yang dihasilkan dari perkebunan di kawasan ini, seperti Teh Walini, Gunung Mas dan Goalpara. Namun, semenjak KCIC mengumumkan Walini akan dilewati jalur kereta cepat, muncul rencana kawasan perkebunan tersebut berubah menjadi metropolitan baru dengan nama Walini Raya.

"Untuk konsep pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Walini, konsep yang kami miliki adalah Walini Raya. Konsep yang disajikan adalah konsep kota baru. Pada area ini direncanakan terdapat area komersial seperti convention center, apartemen, hotel dan resort, area bisnis dan lainnya. Termasuk juga kampus, layanan kesehatan, hingga perumahan tapak," kata Mirza.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini