Lama Menghilang, Miliarder Jack Ma Ternyata Studi Tur ke Eropa

Agregasi Solopos, Jurnalis · Rabu 20 Oktober 2021 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 20 455 2488948 lama-menghilang-miliarder-jack-ma-ternyata-studi-tur-ke-eropa-FNOyGDphBn.jpg Miliarder Jack Ma tengah studi tur di Eropa (Foto: Reuters)

JAKARTA — Miliarder Jack Ma ternyata sedang berada di Eropa dalam studi tur. Setelah sekian lama menghilang, pendiri Alibaba Group Holding Ltd Jack Ma tengah melancong ke luar negeri.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), Jack Ma sedang berada di Spanyol mengikuti studi tur pertanian dan teknologi yang berkaitan dengan isu lingkungan, berdasarkan laporan mengutip sumber yang tahu jadwal Ma.

Baca Juga: Lama Menghilang, Jack Ma Akhirnya Muncul di Hong Kong

Sebelumnya, Ma lama menghilang dari pandangan publik sejak pidatonya tahun lalu yang mengkritisi sistem peraturan China.

Dia sempat bertolak ke Hong Kong untuk menghabiskan waktu tersendiri bersama keluarganya sebelum terbang ke Eropa, menurut SCMP yang merupakan milik Alibaba. Alibaba belum menanggapi terkait pemberitaan tersebut.

Ma, seorang penjelajah dunia yang dikenal tidak pernah menghindar dari pusat perhatian, memutuskan untuk pensiun dari jabatannya sebagai bos Alibaba pada 2019.

“Kerajaannya” berada di bawah pengawasan ketat oleh regulator China lantaran pidatonya tersebut dan bahkan menyebabkan penangguhan penawaran umum perdana (IPO) raksasa Ant Group senilai 37 miliar dolar AS atau setara Rp521,8 triliun.

Jack Ma Tak Mau Disorot

Sebelumnya terungkap kabar Jack Ma, disebut tidak mau menjadi pusat perhatian dan ingin fokus pada kegiatan amal dan hobinya.

Kabar tersebut keluar dari salah seorang pendiri Alibaba, Joe Tsai, Reuters melansir CNBC pada Rabu (15/6/2021). “Dia tidak mau jadi sorotan sekarang. Saya berbicara dengan dia setiap hari,” kata Tsai dalam acara di CNBC.

Alibaba pada April lalu dikenai denda senilai 2,8 miliar dolar AS karena praktik anti-kompetisi.

“Bisnis kami mengalami restrukturisasi dalam hal finansial dan juga soal regulasi antimonopoli. Kami harus membayar denda yang besar. Tapi, kami sudah melewatinya, kami menantikan apa yang ada di depan,” kata Tsai.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini