Produksi Vale Indonesia Turun 13% di Kuartal III-2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 278 2489551 produksi-vale-indonesia-turun-13-di-kuartal-iii-2021-OwV1oA6Jsm.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melaporkan bahwa Perseroan telah memproduksi 18.127 metrik ton (MT) nikel dalam matte pada kuartal III-2021. Angka itu meningkat sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan volume produksi yang direalisasikan pada kuartal II-2021.

Meskipun secara kuartal di tahun ini meningkat, produksi Vale Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2021 mengalami penurunan 13% menjadi 48.373 MT dari periode yang sama tahun sebelumnya 55.792 MT.

Baca Juga: Berakhir 2025, Vale Indonesia (INCO) Bocorkan Kontrak Karya Akan Diperpanjang

Chief Financial Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto menyebut, meskipun secara kuartal penurunan ini disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan yang terjadi pada kuartal pertama tahun ini.

"Perseroan akan mengoptimalkan produksi sesuai dengan rencana di sisa bulan 2021 sekaligus menerapkan standar protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang tinggi di operasi kami," ujar Bernardus dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (21/10/2021).

Baca Juga: Penjualan Vale Indonesia (INCO) Capai USD208,4 Juta di Kuartal II-2021

Sebelumnya, pada semester pertama 2021, INCO juga mencatatkan penurunan produksi nikel dalam matte, dimana Perseroan memproduksi 15.058 ton nikel atau turun 1 persen dari 15.198 ton pada kuartal pertama 2021 dan 20 persen lebih rendah dari 18.701 ton kuartal kedua 2020.

Volume produksi lebih rendah karena beberapa aktivitas pemeliharaan yang terencana di pabrik pengolahan. Secara total, volume produksi pada semester I 2021 mencapai 30.246 ton, turun 17 persen dari 36.315 ton pada semester I 2020. Penurunan itu disebabkan aktivitas pemeliharaan dan kadar nikel yang lebih rendah pada kuartal I 2021.

Vale Indonesia mempertahankan target produksi setahun penuh pada level 64.000 ton pada 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini