Wapres Minta Hati-Hati meski Ekonomi Indonesia Mulai Pulih, Ada Apa?

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 320 2489737 wapres-minta-hati-hati-meski-ekonomi-indonesia-mulai-pulih-ada-apa-5oEtJoTEeC.jpg Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Youtube Setpres)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia mulai pulih dari pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas ekonomi di segala lini perlahan mulai bangkit di tengah penurunan kasus Covid-19.

"Keberhasilan penanganan kasus Covid-19 tersebut berkorelasi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional," ucap Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat menjadi narasumber dalam webinar Gatra Media Group bertajuk "Peran Santri dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi," Kamis (22/10/2021).

Baca Juga: Covid-19 Melandai, Menko Airlangga Hartarto: Aktivitas Ekonomi Berangsur Pulih

Menurut Wapres, semua pihak patut bersyukur bahwa berbagai upaya pemerintah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 melalui pelaksanaan program vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat, dan upaya penyembuhan pasien terus menunjukkan hasil yang menggembirakan, yakni semakin menurunnya kasus Covid-19 di tanah air

"Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa sejumlah indikator ekonomi terus menunjukkan perbaikan. Aktivitas konsumsi mulai meningkat ditunjukkan oleh retail sales index yang mengalami kenaikan," katanya..

Sementara, aktivitas produksi juga mulai meningkat antara lain ditunjukkan dengan purchasing managers index atau PMI manufaktur yang membaik, serta konsumsi listrik yang meningkat, bahkan lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi, utamanya didorong konsumsi listrik industri.

"Dari sisi ekspor-impor, surplus neraca perdagangan bulan Agustus 2021 mencapai USD4,74 miliar, tertinggi dalam sejarah Indonesia. Semua itu membuktikan adanya pemulihan ekonomi nasional," kata Wapres.

Kendati demikian, Wapres mengingatkan segala capaian positif tersebut tidak boleh membuat terlena, sehingga abai sektor kesehatan dan menyebabkan gelombang ketiga virus corona.

"Kita semua harus optimis namun tetap waspada dan berhati-hati. Harus disadari bahwa kita masih menghadapi berbagai ketidakpastian ke depan, baik dari sisi Covid-19, perkembangan lingkungan global, termasuk gejolak geopolitik yang dapat berimbas pada perekonomian global maupun nasional," katanya

Lebih lanjut, Wapres mengatakan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat sangat diperlukan baik dalam mengendalikan penyebaran Covid-19, maupun dalam mendukung pemulihan perekonomian melalui berbagai aktivitas konsumsi dan produksi.

Tema webinar yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Santri ini yakni “Peran Santri dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi” dinilai tepat dengan perkembangan terkini situasi negara kita.

Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 4,76 juta santri di 34.652 pesantren yang tersebar di seluruh wilayah tanah air. Dari jumlah tersebut, diketahui sekitar 44,2% di antaranya memiliki potensi ekonomi, mulai dari potensi pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan maupun juga vokasional.

"Dengan melimpahnya sumber daya tersebut, maka santri sebagai komponen utama dari civitas pesantren sangat berpotensi untuk memberikan sumbangsih pada berbagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini